SuaraSumut.id - Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng Rp 300 ribu untuk tiga bulan seharusnya tidak perlu ada.
Pasalnya, pemberian BLT tidak menyelesaikan persoalan mafia minyak goreng yang telah membuat susah masyarakat.
Saat ini pemerintah seharusnya membenahi sistem perdagangan minyak goreng yang terbebas dari mafia.
Demikian dikatakan oleh Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga, melansir timesindonesia.co.id--jaringan suara.com, Senin (4/4/2022).
"Ini terjadi karena pemerintah tidak mampu mengendalikan pasokan dan harga minyak goreng. Pemerintah sudah kalah dengan mafia minyak goreng," katanya.
"Sungguh ironis bila negara kalah dengan mafia minyak goreng. Hal ini belum pernah terjadi selama Indonesia merdeka," sambungnya.
Untuk itu, pemerintah harus segera mengungkap penyebab langka dan mahalnya minyak goreng. Pemerintah harus segera menangkap dan memproses semua pihak yang menyebabkan langka dan mahalnya minyak goreng.
Hanya dengan cara itu pemerintah dapat memulihkan wibawanya. Pemerintah harus menunjukkan mampu mengendalikan semua pemain minyak goreng yang mengabaikan kepentingan nasional.
"Jadi pemerintah mengeluarkan BLT hanya karena tak mampu mengatasi mafia minyak goreng. Padahal negara sedang kesulitan keuangan dengan makin besarnya hutang negara," tukasnya.
Baca Juga: Lirik Lagu Wes Tatas Beserta Terjemahan Bahasa Indonesia
Berita Terkait
-
Meski Pemerintah Pusat Berikan BLT, Ganjar Pranowo Tetap Ngotot Perjuangkan Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu
-
Senangnya Warga Matraman, Ikut Booster Bonus Minyak Goreng Dan Sembako
-
Kabupaten Bone Punya Potensi Produksi Minyak Goreng Sendiri, Tidak Bergantung Minyak Kelapa Sawit
-
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Ukuran Kue Buka Puasa di Kota Makassar Makin Kecil
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'
-
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat-Lawan Kejahatan Digital
-
Warga Pendukung MBG Demo di Depan Kantor Gubsu, Sindir Mahasiswa UGM-UI
-
Pria Tewas Dikeroyok di Pematangsiantar, Berawal Cekcok Harga Tato
-
55 Calon Anggota KPID Sumut 2026-2029 Lolos Seleksi Administrasi, Ini Nama-namanya