SuaraSumut.id - Nilai ekspor kopi dari Sumatra Utara (Sumut) periode Januari-April 2022 mencapai Rp 1,480 triliun dengan volume 53.015 ton.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto, melansir Antara, Senin (11/4/2022).
"Berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian, permohonan sertifikasi kopi ekspor itu untuk ke berbagai negara," katanya.
Ia mengatakan, biji kopi itu termasuk salah satu dari 10 komoditas pertanian Sumut yang rutin diekspor setiap bulannya.
Pihaknya terus mendorong peningkatan ekspor biji kopi dan komoditas pertanian lainnya untuk mendukung petani dan eksportir.
Pihaknya juga terus memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.
"Harapannya ekspor kopi Sumut di tahun 2022 bisa lebih besar dari 2021 karena Covid-19 sudah mereda," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kronologi Berdarah Kematian Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam
-
Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
-
Merasa Tertipu iPhone Promo, Wanita di Medan Ngamuk Bawa Parang ke Toko Pstore
-
Daftar Lengkap Perusahan di Medan Rabu Walk-In Interview 22 April, Ini Posisi yang Bisa Dilamar
-
Darurat Kesehatan Aceh: 281 Ribu Anak Tanpa Imunisasi, Ancaman Campak Mengintai?