"Ponirin kembali membawa PSMS Medan lolos ke Final mengahadapi Persib Bandung," jelasnya.
Pada final melawan Persib, Ponirin menjadi pahlawan PSMS karena sukses membawa PSMS Medan menjadi juara setelah mengalahkan Persib 3-2 dalam adu penalti.
"Dalam adu penalti hanya dua eksekutor Persib yang mampu menjebol gawang PSMS, yaitu Bambang Sukowiyono dan Wawan Karnawan," kenang Indra.
Tiga penendang lainnya, yaitu Giantoro, Wolter Sulu dan Adjat Sudrajat, berhasil ditepis dengan gemilang oleh Ponirin.
"Gelar ini sendiri adalah gelar juara kejurnas/divisi utama perserikatan PSSI ke-5 untuk PSMS setelah sebelumnya sukses menjadi juara pada 1967, 1969, 1971 dan 1975 (Juara Bersama dengan Persija)," jelasnya.
Keberhasilan ini membuat Ponirin mulai dilirik oleh Timnas. Pada turnamen Merdeka Games 1984, Timnas Perserikatan yang waktu dilatih oleh legenda PSMS dan Timnas Yuswardi memanggil Ponirin bersama tiga rekannya, yaitu Sakum Nugroho,Yusnik Adiputra dan Reno Latuperissa.
"Meski dalam turnamen ini Timnas gagal menjadi juara, namun penampilan Ponirin Meka menuai pujian," katanya.
Kembali ke divisi utama Perserikatan PSSI 1984/1985, pelatih PSMS Medan Parlin Siagian kembali mempercayakan Ponirin untuk menjadi kiper utama PSMS. Ponirin bersama rekan-rekannya tampil apik hingga akhirnya suskse membawa PSMS Medan lolos ke Final. Pada final 1984/1985 PSMS kembali menghadapi Persib Bandung. Dalam babak normal dan perpanjangan waktu kedua tim bermain imbang 2-2 dan akhirnya final harus diselesaikan lewat drama adu penalti.
"Di babak adu penalti, Ponirin kembali menjadi pahlawan PSMS Medan," katanya.
Kemenangan ini membawa gelar juara ke-6 bagi PSMS Medan di divisi utama Perserikatan PSSI yang disambut meriah para pendukung PSMS Medan, baik ketika di Jakarta maupun saat kembali ke Medan.
Penampilan memukau bersama PSMS kemudian kembali membawa Ponirin masuk tim Garuda. Ia menjadi kiper utama saat Indonesia tampil menawan di Asian Games 1986 di Seoul.
Ponirin ikut membawa Indonesia meraih medali emas untuk pertama kalinya di SEA Games 1987 yang berlangsung di Jakarta. Selain bermain bersama PSMS Medan, Ponirin juga sempat bermain bersama Persijatim dalam nanungan klub Bina Taruna.
Ponirin pindah ke klub Bina Taruna tidak lama setelah membawa PSMS Medan juara divisi utama Perserikatan PSSI 1985, akibat mutasi tugas dari instansi tempatnya bekerja di Bea Cukai. Ponirin berkarir di Persijatim hingga mundur sebagai pemain dan kemudian beralih menekuni bidang kepelatihan.
"Selain tangkas dan cekatan di bawah mistar gawang, Ponirin juga dipuja kaum hawa waktu itu karena wajahnya yang ganteng dan mirip dengan bintang idola remaja tahun 80-an Herman Felani," katanya.
Baca Juga: Temui Ketua DPRD DKI, Riza Patria Minta Taufik Segera Dicopot dari Pimpinan Dewan
Setelah gantung sepatu, Ponirin Meka bermukim di Sei Merah Deli Serdang dan menekuni profesi sebagai peternak sapi.
"Beliau benar-benar sudah tidak tertarik lagi untuk berkecimpung dalam dunia sepak bola yang telah membesarkan namanya. Ponirin lebih memilih untuk berkumpul bersama keluarga dan berkecimpung bidang pertanian yang ditekuninya," tukasnya.
Pria yang membawa kejayaan PSMS Medan ini pun telah pergi selama-lamanya. Selamat jalan si Tangan Emas.
Kontributor : M. Aribowo
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak
-
LAPK: Keluhan Pasien Viral Jadi Alarm Transparansi Layanan Rumah Sakit
-
Imigrasi Sumut Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama BP3MI
-
Pria di Medan Ditangkap gegara Jual Video Porno Sesama Jenis Lewat Aplikasi