SuaraSumut.id - Mahasiswa menggelar aksi demo mengusung isu menolak penundaan Pemilu 2024 dan menolak presiden tiga periode.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Medan Bobby Nasution pun angkat bicara terkait hal itu.
Gibran menegaskan menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Anak Presiden Jokowi ini bahkan ingin ikut jika ada yang menggelar demo untuk menolak wacana itu.
"Nek ono demo aku kandanono. Tak melu menolak (kalau ada demonstrasi tolong saya dikabari. Saya mau ikut)," katanya, melansir timesindonesia.co.id--jaringan suara.com, Kamis (14/4/2022).
Sementara itu, Bobby mengatakan, Presiden Jokowi telah menyatakan menolak penundaan Pemilu 2024 dan juga perpanjangan masa jabatan.
"Jadi saya rasa wacana itu tidak ada. Sudah berkali-kali juga presiden menyatakan taat dan ikut konstitusi," kata menantu Jokowi ini kepada wartawan, Rabu (13/4/2022).
Bobby mengaku, komitmen Jokowi terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 sesuai jadwal sudah dibuktikan dengan melantik komisioner KPU-Bawaslu.
"Kemarin KPU sudah dilantik kemarin langsung menjalankan tugas salah satunya mempersiapkan baik Pemilu dan Pilkada tahun 2024," ujarnya.
Baca Juga: Korban Begal di Praya yang Dijadikan Tersangka Akhirnya Bebas, Kepala Desa Ucap Syukur
Bobby mengatakan, sah-sah saja masyarakat menyampaikan pendapat menolak wacana tersebut.
"Yang namanya pendapat ya silahkan saja," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi berkali-kali menyebut tiak akan mendukung wacana presiden tiga periode dan penundaan Pemilu 2024.
Jika itu dilakukan maka secara otomatis akan melanggar konstitusi dan semangat reformasi.
Tag
Berita Terkait
-
Gibran Mau Ikut Demo Tolak Jokowi 3 Periode, BEM SI: Telepon Presiden Saja
-
Soal Demo Tolak Presiden 3 Periode, Begini Tanggapan Bobby Nasution
-
Ini Respons 2 Anak Jokowi Soal Isu Presiden Tiga Periode, Gibran: Nek Ono Demo Aku Kandanono, Aku Melu Nolak..
-
Wali Kota Bobby Nasution Tekankan Pos Bloc Medan Jadi Wadah Pelaku UMKM dan Komunitas Kreatif
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit