SuaraSumut.id - Gubernur Sumut Edy Rahmyadi menyebut gerakan pramuka bukan organisasi main-main. Pramuka merupakan organisasi perjuangan yang tidak ada akhir, perjuangan yang secara bertahap menuntut tugas hingga pada masanya.
Demikian dikatakan Edy saat membuka Rapat Kerja Daerah Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut Tahun 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (2/6/2022).
"Rapat kerja ini diharap dapat menyusun program kerja yang berkualitas dan tidak lepas dari pendidikan dan pembinaan anak bangsa. Melahirkan program kerja yang memiliki referensi. Pramuka disiapkan untuk bela negara sejak dini," kata Edy melansir Digtara.com--jaringan Suara.com.
Edy mengatakan, gerakan pramuka sudah eksis dan aktif sejak masa perjuangan untuk memerdekaan republik ini.
Setelah republik ini merdeka, perjuangan pramuka belum berhenti, dan perjuangan itu sampai akhir hayat.
"Sebagai anggota Pramuka jiwa dan ruhnya adalah pramuka sebagaimana dalam kutipan hiymne pramuka," ujarnya.
Edy mengaku, hidupnya sudah terbiasa dengan ala pramuka, hingga menuntunnya menjadi seperti ini.
Dilatih menjadi orang yang rela monolong tanpa pamrih, pramuka adalah pengabdian tanpa batas terhadap bangsa.
"Berkat doa dan didikan Pramuka saya bisa seperti ini menjadi Gubernur Sumut," katanya.
Baca Juga: WHO Sebut Kasus COVID di Korea Utara Kemungkinan akan Semakin Memburuk
Ketua Kwartir Nasional melalui Koordinator Wilayah Sumatera Jufri Effendi mengatakan, rapat kerja ini adalah sebagai langkah dalam menyusun program kerja.
Berita Terkait
-
Momen Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Gelar Tradisi Peutron Aneuk untuk Cucunya
-
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Minta Pejabat Contoh Bagong Margono
-
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Lantik 56 Pejabat Fungsional Malam-malam, Ada Apa?
-
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Mandailing Natal Masih Butuh Perhatian Lebih
-
Lantik Pj Bupati Tapteng dan Wali Kota Tebing Tinggi, Edy Rahmayadi Sampaikan Ini
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Indosat Catat Pertumbuhan Double Digit, Percepat Transformasi Berbasis AI
-
Aceh Barat Larang LPG 3 Kg untuk Dapur MBG-Usaha Katering, Penyalur Terancam Sanksi
-
Imigrasi Sumut Perkuat Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah
-
BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita