Scroll untuk membaca artikel
Erick Tanjung
Kamis, 09 Juni 2022 | 18:23 WIB
Ilustrasi--Sapi-sapi suspek PMK. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

"Kita juga terus memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan hewan medik dan paramedik, tenaga inseminator dan PKB, pejabat otovet kabupaten/kota dan peternak," demikian Rahmandi. (Antara)

Load More