SuaraSumut.id - Seorang mahasiswa di salah satu kampus di Medan dikabarkan hanyut di Sungai Bah Bolon, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).
Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto mengatakan, peristiwa terjadi pada Rabu 31 Agustus 2022.
Saat itu korban berinisial WF (21) bersama teman-temannya datang ke sungai untuk mandi-mandi.
Korban pun melompat ke dalam sungai. Tiba-tiba ia melambaikan tangannya meminta pertolongan.
"Korban melompat ke sungai. Saksi (teman korban) melihat korban meminta tolong," katanya Kamis (1/9/2022).
Melihat hal itu teman korban mencoba melakukan pertolongan. Namun karena arus sungai yang deras, korban tidak dapat tertolong.
Peristiwa ini dilaporkan kepada pihak berwajib. Tim SAR gabungan yang mendapat laporan turun ke lokasi melakukan pencarian.
"Hingga saat ini korban belum ditentukan," katanya.
Baca Juga: Menang Telak di Kandang Toulouse, PSG Puncaki Klasemen Liga Prancis
Tag
Berita Terkait
-
Mahasiswa UMSU Hanyut Terseret Arus Sungai Bah Bolon, Begini Kronologinya
-
Seorang Pria Hanyut Terseret Arus Sungai di Serdang Bedagai
-
Hanyut di Sungai, Warga Agam Ditemukan Tewas Tersangkut Kayu
-
3 Nelayan Asal Wanasalam Lebak Hanyut di Laut Binuangen, Satu Orang Hilang
-
Dua Hari Hanyut di Perairan Malaysia, 7 WNI Diselamatkan KJRI Johor Bahru
Pilihan
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
Terkini
-
TNI AL Gagalkan Dugaan Pencurian Avtur Bandara Kualanamu di Deli Serdang
-
26 Penerbangan Kualanamu-Jakarta Batal Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu
-
Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi
-
Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO