SuaraSumut.id - Waktu yang tepat untuk menemui psikolog ataupun psikiater untuk memperbaiki kondisi kesehatan mental adalah saat kegiatan rutin sehari-hari sudah terganggu atas masalah mental tersebut.
"Beberapa ciri seseorang butuh terhubung dengan tenaga kesehatan profesional ketika kegiatan rutin hariannya terganggu. Misalnya seperti pola mandi, pola makan, dan pola tidurnya bermasalah terus-terusan lebih dari dua minggu," kata psikolog klinis Saskhya Aulia Prima M.Psi melansir Antara, Rabu (12/10/2022).
Adapun terganggunya pola kegiatan rutin yang dimaksud seperti pola tidur yang berlebihan atau tidak bisa tidur, pola makan yang tidak teratur karena tidak nafsu makan, hingga malas untuk membersihkan diri.
Ciri lain dari seseorang yang membutuhkan bantuan tenaga profesional untuk menangani masalah kesehatan mentalnya ialah ketika seseorang tersebut kerap berpikiran negatif hingga menyakiti diri sendiri.
Tidak hanya itu, masalah lainnya yang muncul adalah tidak adanya motivasi diri untuk beraktivitas sehingga akhirnya performa dan produktivitasnya berakhir terbengkalai.
"Jika ternyata ciri-ciri itu terus dialami berulang kali, ini perlu segera ke profesional. Jika misalnya merasa tidak nyaman, bisa mengajak teman dekat atau saudara yang benar-benar dipercaya untuk ikut menemani konsultasi," kata Saskhya.
Saskhya menyebutkan meski dalam beberapa tahun terakhir topik mengenai kesehatan mental serta kesehatan jiwa sudah mulai diterima baik kepada masyarakat, tidak sedikit yang masih ragu untuk menghubungi tenaga profesional untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan mental.
Di samping makin banyaknya penerimaan masyarakat terhadap isu kesehatan mental, rupanya banyak juga masyarakat yang melakukan diagnosa mandiri atau "self diagnosed" berdasarkan informasi yang tersebar di ruang digital.
Padahal diagnosa untuk kesehatan mental sama halnya dengan diagnosa untuk kesehatan fisik hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional.
Baca Juga: Viral Dilan KW dan Istilah Baru Cepmek , Apa itu?
Dalam hal kesehatan mental, diagnosa seseorang mengalami masalah kesehatan mental hanya bisa ditegakkan oleh psikolog ataupun psikiater.
Untuk itu, ada baiknya jika sudah mengalami ciri-ciri di atas yang mengganggu rutinitas keseharian, mencari bantuan profesional bisa segera dilakukan.
Berita Terkait
-
Gubernur Arinal Terima Penghargaan dari BPJS Kesehatan
-
Jangan Sampai Kena Hoaks, Ini Cara Cari Informasi Kesehatan Mental yang Tepat di Media Sosial
-
Meskipun Pahit, Ini 4 Manfaat Daun Pepaya bagi Kesehatan Tubuh
-
Tiktok Luncurkan Portal Pusat Kesehatan Digital dan Survei Kesejahteraan Mental
-
Lyra Virna Keguguran, Ketahui 5 Cara Pulihkan Kondisi Kesehatan Ibu
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mahasiswi USU Meninggal di Kamar Kos, Pihak Kampus Tindaklanjuti Dugaan Bullying
-
Temuan Tim Audit Eksternal Kematian Eks Istri Polisi di Medan, Desak Ekshumasi-Penyidikan Diproses
-
BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi Strategis, Tukar Valas Jadi Lebih Mudah
-
Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut
-
Indosat 5G Bikin Aktivitas Digital di Medan Lancar