SuaraSumut.id - Saat memasuki musim hujan seperti sekarang ini, penting bagi orang tua menjaga kesehatan keluarga dengan sebaik mungkin. Beberapa penyakit perlu diwaspadai karena rentan menyerang anak-anak saat musim hujan. Salah satunya batuk pilek yang dapat dicegah dengan tetap mengonsumsi gizi seimbang.
Demikian dikatakan oleh Dokter spesialis anak dr. Dwinanda Aidina, Sp.A (K) melansir Antara, Kamis (20/10/2022).
"Memang kita tidak bisa menghindari musim hujan, tapi kita bisa mencegah agar anak-anak kita lebih sehat dan lebih siap menghadapi musim hujan," katanya.
Terdapat beberapa patogen lebih optimal bekerja pada saat cuaca dingin atau musim hujan. Penyebab batuk pilek sebenarnya bermacam-macam contohnya common cold, influenza, adenovirus, RSV, dan sebagainya.
Pada umumnya penyebab batuk pilek yang biasa merupakan virus kategori ringan. Namun demikian, anak dapat lebih rentan terinfeksi virus jika daya tahan tubuhnya belum maksimal.
"Anak-anak sistem imunnya belum terlatih, jadi mereka lebih mudah terkena infeksi virus dibanding orang dewasa. Misalnya dia main sama temannya yang pilek sedikit, besoknya dia ikutan pilek. Kalau kita (orang dewasa, red.), anak kita sakit seharian atau seminggu pilek juga mungkin bisa tidak ketularan," ujarnya.
Jika sakit pada anak sering berulang, kondisi tersebut umumnya secara tidak langsung akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama bagi anak-anak yang terkait infeksi berat yang harus dirawat di rumah sakit.
Pemberian ASI eksklusif pada bayi akan memberikan imunitas yang lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif. Pemberian nutrisi seimbang pada anak juga dapat membuat imunitas mereka lebih baik dibandingkan anak dengan gizi kurang atau gizi buruk.
"Yang penting gizi seimbang, ya. Jangan bosan-bosan dengan gizi seimbang karena semua komponen gizi itu sangat diperlukan untuk anak, baik karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral. Harus sesuai dengan komposisi tubuh, usia, dan berat badan anak-anak," jelasnya.
Untuk kebutuhan serat, kata Dwinanda, anak tidak membutuhkan terlalu banyak dan yang terpenting cukup. Vitamin dan mineral umumnya bisa didapat dari makanan apabila gizi anak bisa terpenuhi dengan baik.
Selain menerapkan gizi seimbang, dia juga mengimbau orang dewasa mengondisikan lingkungan rumah dan sekolah tetap dalam keadaan bersih, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat termasuk menerapkan protokol kesehatan yang tidak hanya berfungsi mencegah penularan virus COVID-19 tetapi juga kemungkinan virus lainnya.
Dirinya mengingatkan orang tua tidak lupa membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi sehingga dapat meningkatkan imunitas anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), serta mendorong agar anak tetap melakukan aktivitas fisik dan berolahraga.
"Kalau ada tanda-tanda anak mulai sakit atau gawat, jangan lupa konsultasikan ke dokter mengenai obat-obat apa yang harus diberikan pada anak dan obat-obat apa yang aman untuk disimpan di rumah," katanya.
Berita Terkait
-
Dinas Kesehatan Sulsel Minta Masyarakat Segera Lapor Jika Ada Anak Memiliki Gejala Ginjal Akut
-
3 Manfaat Chemical Peeling bagi Kesehatan Wajah, Sayang untuk Dilewatkan!
-
Tanpa Kafein, Berikut 7 Manfaat Teh Chamomile bagi Kesehatan Tubuh
-
Apotek dan Petugas Pelayanan Kesehatan di Kapuas Hulu Diminta Patuhi Larangan Obat Sirup
-
Hendak Geser Bali Jadi Tujuan Wisata Kesehatan, Cok Ace Yakin Lebih Menarik Minat
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polisi Amankan Pemilik Akun TikTok Ritman Marbun, Diduga Hina Yesus Saat Live
-
Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi
-
Viral Aksi Kadus di Deli Serdang Berani Seorang Diri Bakar Lapak Judi-Narkoba, Ini Alasannya
-
Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya