Asap mengepul di udara dari sebuah gedung yang terbakar akibat bentrok antara angkatan bersenjata pemerintah Sudan dengan kelompok paramiliter RSF di Khartoum, Sudan. [Dok.Antara]
SuaraSumut.id - Panglima militer dan dewan kedaulatan Sudan, Jenderal Abdul Fattah Al-Burhan, memecat wakilnya Mohamed Hamdan Daglo (Hemedti) yang juga menjabat sebagai kepala Pasukan Dukungan Cepat (RSF).
Dewan kedaulatan mengumumkan pemberhentian Hemedti melalui satu pernyataan pada Jumat waktu setempat di tengah pertempuran antara militer Sudan dan RSF selama lebih dari sebulan.
Menurut pernyataan tersebut, mantan pemimpin pemberontak Malik Agar menggantikan Hemedti sekaligus menjadi wakil kepala dewan kedaulatan.
Sumber medis mengungkapkan bahwa hampir 1.000 orang tewas selama perang yang meletus sejak 15 April antara militer Sudan dan RSF. (Antara/Anadolu)
Berita Terkait
-
Konflik Berdarah Di Sudan, WHO Catat 459 Orang Tewas Dan 4.072 Luka-luka
-
Kuwait dan Mesir Gelar Operasi Penyelamatan untuk Warga Negara Masing-Masing yang Terjebak Perang Sudan
-
Perang Sudan Meledak, Begini Nasib Ratusan WNI, Termasuk 25 Balita
-
Perang Saudara di Sudan, 538 WNI Dievakuasi Tahap Satu Melalui Jeddah
-
Kronologi Perang Sudan, Konflik Dua Pemimpin Militer Pasca Kudeta
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat