SuaraSumut.id - Jalan Persatuan I, Dusun II, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga dijual Rp 1,6 miliar kepada pihak swasta.
Jalan ini memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar 4,5 meter. Warga sekitar yang terkejut dengan penjualan jalan ini lalu protes dengan melayangkan surat ke Pemkab Deli Serdang.
"Jalan ini menghubungkan 23 dusun," kata salah seorang warga bernama Swarji kepada SuaraSumut.id, Senin (12/6/2023).
Dirinya mengatakan warga mengetahui jalan ini telah dijual bermula pada bulan April 2023 kemarin. Jalan Persatuan I ini ditutup tak boleh warga melewati.
"Pada saat bulan puasa menutup jalan tersebut mereka berani menutup karena jalan tersebut sudah hak milik PT Latexindo," ujar Swarji.
Penutupan jalan ini seketika menyulitkan warga setempat untuk beraktivitas, warga yang resah lalu melayangkan surat ke pihak Pemkab Deli Serdang. Hasilnya, pihak Kecamatan Sunggal memediasi warga.
"Pak Camat sudah menyurati PT Latexindo karena ada permasalahan sebelum selesai permasalahan PT Latexindo tidak boleh menutup jalan," ujar Swarji.
Warga juga bermohon kepada pihak penegak hukum agar turun tangan menyelidiki penjalan jalan negara ini kepada pihak swasta.
"Kami tetap berjuang biar jalan itu tidak boleh digunakan oleh PT Latexindo untuk bisnis. Kami mohon (atensi)dari mulai kejaksaan, kepolisian, maupun sampai presiden," katanya.
Baca Juga: Putri Aurel Hermansyah Dihina Oleh Netizen, Atta Halilintar Geram: Anak Saya Salah Apa?
Swarji menduga banyak kejanggalan dalam penjualan jalan desa senilai Rp 1,6 miliar di Deli Serdang. Hal ini kontras dengan sikap Presiden Joko Widodo.
"Karena Pak Jokowi Presiden kita, sekarang kemana-mana membuat jalan, infrastruktur yang ada. Bahkan jalan yang rusak diperbaiki, ini malah jalan yang sudah ada dijual dan diduga ini terjadi gratifikasi dari bawah ke tingkat atas," kata Swarji.
Ombudsman Sumut Turun ke Lokasi
Polemik penjualan Jalan Persatuan I di Deli Serdang juga membuat Ombudsman RI Perwakilan Sumut turun ke lokasi.
"Kami datang ke mari sebetulnya untuk mendapatkan data dan informasi tentang kasus ini," kata Kepala Ombudsman Sumut Abiyadi Siregar usai meninjau jalan dijual.
Ia mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan warga dan meminta dokumen-dokumen terkait.
Berita Terkait
-
Viral Sapi Rebahan di Pinggir Jalan Tol, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Jalan Tuhan Preman Kawakan di Semarang, Masa Muda Habis untuk Kejahatan, Edarkan Narkoba hingga Jadi Begal
-
Liburan ke Prancis Bareng Cowok-Cowok, Nikita Mirzani Kena Cibir Warganet: Jalan-Jalan Elit, Temui Anak Sulit
-
VIRAL! Lagi Seru-Seru Bikin Motovlog di Jalan Raya, eh HP Ada yang Jambret, Netizen: Tinggal di Jakarta Kok Alay, Gua yang di Kampung...
-
Setuju Aliran Dana Korupsi BTS yang Masuk ke Gereja Dibuka Terang, Pendukung Ganjar Sindir Pihak Ini: Kalo Salah, Tidak Perlu Demo ke Jalan
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Layanan Pegadaian Hadir di Mandrehe Nias Barat
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini