SuaraSumut.id - Tragis dialami oleh seorang anak perempuan berusia 8 tahun di Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut). Ia menjadi korban pencabulan yang dilakukan ayah dan kakek kandungnya.
Perbuatan keji itu terkuak setelah korban bercerita dengan teman sekolahnya, lalu membantu korban dengan memberitahukan kepada ibunya.
"Lalu ibu korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Toba," kata Kasi Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir, Selasa (20/6/2023).
Pihak kepolisian yang mendapat informasi ini kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menangkap kedua pelaku.
"Terduga pelaku bapak kandung korban inisial SM (34) dan kakek DM (60). Keduanya sudah diamankan dan ditahan," kata Bungaran.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pelecehan seksual ini terjadi di rumahnya yang berukuran 4x6 meter.
"Ayah korban (melakukan rudapaksa) dengan dalih agar korban cepat besar, korban pun diminta melakukan tindakan tak senonoh lalu berlanjut disetubuhi pelaku," ujarnya.
Bungaran menjelaskan perbuatan mengerikan yang dialami korban juga dilakukan oleh sang kakek.
"Dari hasil pemeriksaan diketahui, korban sudah berulang kali mengalami persetubuhan yang dilakukan bapak kandung korban, sementara kakeknya hanya sempat satu kali melakukan tindakan pencabulan," ungkapnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Unggah Foto Nobar Timnas, Netizen: Sipaling Peduli Bola!
Mirisnya, kakek korban (DM) ternyata sudah mengalami kebutaan akibat penyakit katarak yang dideritanya. Meski demikian, dengan alasan perut sakit, pelaku meminta korban untuk mengusut perutnya, setelah itu pelaku tega melakukan tindakan pencabulan terhadap korban.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Bungaran menuturkan, diketahui bahwa sebelumnya ayah korban sudah lebih 5 tahun bercerai dengan istrinya.
"Korban memiliki dua adik, pasca bercerai, kedua adiknya ikut bersama ibunya ke Medan sedangkan korban tinggal bersama bapak, kakek dan neneknya di rumah tersebut," ujarnya.
"Keadaan rumah yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan pencabulan dan persetubuhan terhadap putri kandungnya tersebut," sambungnya.
Terhadap kedua pelaku polisi menjeratnya dengan pasal 81 dan pasal 82 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.
"Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah sepertiga dari ancaman hukuman pokoknya menjadi 20 tahun. Kita kenakan pasal ini karena dilakukan oleh orang tua kandung si korban," tukasnya.
Berita Terkait
-
Kakek Pelaku Pencabulan Bocah 9 Tahun di Jakarta Timur Ditangkap, Terancam 15 Tahun Penjara
-
MPR RI Soroti Kasus Pencabulan Terhadap Anak di Bogor: Harus Dilakukan Pencegahan
-
Gadis Kecil Usia 9 Tahun Ingin Ubah Alat Kelamin dan Nama Jadi Lelaki Akibat Kakek Bejat Lakukan Pencabulan 5 Kali
-
Jadi Korban Pencabulan hingga Trauma, Bocah 9 Tahun di Jakarta Timur Minta Ganti Kelamin
-
Keluarga Korban Pencabulan Oknum Guru Agama di Bogor Minta Tolong ke Kapolri: Belum Ada Kelanjutan...
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC
-
Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit