SuaraSumut.id - Sudah diberi tempat tinggal, seorang pemuda di Toba, Sumatera Utara (Sumut), bukannya berterima kasih. Pemuda berinisial JR (21) malah tega melakukan rudapaksa terhadap keponakannya berusia 7 tahun.
Dalam aksinya JR mengancam akan memukul korban jika tidak memenuhi permintaannya. Perbuatannya berlangsung berulang kali hingga akhirnya korban menderita sakit di bagian pahanya bercerita kepada neneknya. Kasus ini lalu dilaporkan ke polisi.
"Terhadap pelaku sudah diamankan," kata Kasi Humas Polres Toba AKP Bungaran Samosir kepada SuaraSumut.id, Selasa (5/9/2023).
Peristiwa ini terungkap saat korban mengeluh sakit pada bagian paha kepada neneknya, pada 5 Agustus 2023. Sang nenek yang curiga lalu menanyakan penyebab sakit kepada cucunya.
Awalnya korban tidak mau menceritakan penyebab sakit di pahanya. Namun, karena terus ditanya korban akhirnya bercerita kejadian yang sebenarnya.
"Bahwa JR yang merupakan pamannya telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban," ungkap Bungaran.
Perbuatan keji ini sudah terjadi terjadi sejak Oktober 2020. JR mengajak korban naik ke loteng rumah. Ia lalu menyuruh korban membuka celananya, namun korban menolak.
"Kemudian JR langsung membuka celana dan memegang bahu untuk membaringkan korban di atas papan loteng rumah," ungkapnya.
Bungaran menjelaskan, JR lalu melakukan perbuatan cabulnya terhadap korban. Setelah selesai, JR memberikan uang Rp 5 ribu.
Baca Juga: KSAD Dudung: Silakan Purnawirawan Dukung Salah Satu Capres, Tapi Jangan Ganggu Prajurit Aktif
"Dan mengancam akan memukul korban apabila korban memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya," ungkapnya.
Bungaran melanjutkan peristiwa keji ini terjadi saat ibu kandung korban sedang tidak berada di rumah.
"Dimana sudah sekitar 3 tahun JR tinggal bersama dengan korban dan ibu kandung korban (yang merupakan kakak kandung JR)," jelasnya.
Atas perbuatannya tersangka dikenakan denga Pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Blak-blakan Terdakwa Kasus Pencabulan Anak Kandung di Agam yang Divonis Bebas Pengadilan: Demi Allah, Itu Murni Fitnah!
-
Viral Video Ibu di Sumbar Minta Keadilan Usai Pelaku Pencabulan Anaknya Divonis Bebas
-
Heboh Oknum Anggota Dewan Pendidikan Kalbar Jadi Tersangka Pencabulan, Dewan Usulkan Pemecatan
-
Sudah Jalani Hukuman dan Akui Pencabulan Sebagai Kejahatan, Saipul Jamil Tak Terima Kasusnya Diungkit Dewi Perssik
-
Finalis Miss Universe Indonesia 2023 Diduga Alami Pelecehan, Ustaz Abdul Somad Ungkap Azab Pelaku Pencabulan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi di Simalungun, Lima Paket Ganja Ditemukan
-
Angin Puting Beliung Terjang Taput, 29 Rumah Rusak
-
Propam Tetapkan Aipda S Terduga Pelanggar Kasus Bolosego di Alkid Yogyakarta
-
FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba
-
7 Makanan-Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Bikin Susah Terlelap