SuaraSumut.id - Empat pelaku begal yang menewaskan mahasiswa UMSU, Insanul Anshori Hasibuan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Jaksa menuntut keempat terdakwa Nur Ahmad Aulia, Andriansyah, Muhammad Riski, dan Rafli Zafana dengan 12 tahun penjara.
"Menuntut terdakwa Nur Ahmad Aulia, Andriyansyah, Muhammad Riski dan Rafli Zafana masing-masing selama 12 tahun penjara," kata Jaksa Aprilda melansir Antara, Selasa (21/11/2023).
Jaksa meyakinkan empat terdakwa melanggar Pasal 365 ayat (4) KUHP sebagaimana dakwaan subsider. Hal yang memberatkan, empat terdakwa mengakibatkan trauma kepada saksi korban Ilham Azhari dan menyebabkan Insanul Anshori Hasibuan meninggal dunia.
"Hal yang meringankan terdakwa berjanji tidak mengulangi kembali perbuatannya, bersikap sopan dan belum pernah dihukum," ungkapnya.
Setelah membacakan tuntutan dari jaksa, majelis hakim yang diketuai Sarma Siregar melanjutkan persidangan dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi) pekan depan.
Sebelumnya, seorang mahasiswa UMSU, Insanul Anshori Hasibuan, tewas dibegal di Jalan Mustafa Medan, Rabu 14 Juni 2023 dini hari.
Korban mengalami luka parah di sekujur tubuhnya diduga akibat tusukan senjata tajam pelaku begal. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawa korban tak tertolong lagi.
"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB," kata Wandi salah seorang saksi, yang juga pekerja depot air minum.
Perampokan itu terjadi persis di dekat toko air minumnya. Wandi mengetahui aksi perampokan ini setelah warga lainnya dikejutkan melihat korban berlumuran darah.
"Kebetulan saya tidur di sini (toko air minum), paginya tetangga udah kaget ada korban begal meninggal," jelasnya.
Wandi menjelaskan kejadian bermula ketika korban yang merupakan mahasiswa Fakultas FISIP UMSU dan temannya naik sepeda motor dari kosnya yang berada di seputar Jalan Pasar III Medan Timur, untuk mencari makanan.
Sesampai di Jalan Mustafa, dekat gudang Bulog, laju kendaraan korban dipepet oleh kawanan begal dan dengan beringas melukai korban.
"Warga sekitar yang mengetahui korban terkapar, sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. "Namun meninggal dunia, korban merupakan warga Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara," kata Wandi.
Berita Terkait
-
Pembunuh WNI Isaac Hansen Averino Bebas dari Hukuman Penjara Jerman
-
Pengamat Soroti Pengawasan Senjata Api Pasca Peristiwa Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe
-
Polisi Tembak Polisi, Pengacara Sebut Pelaku Kerap Dibully Teman Seangkatan Korban
-
Polisi Tembak Polisi, Muncul Dugaan Ada Tersangka Lain di Kasus Pembunuhan Bharatu Valdo
-
Keluarga Duga Ada Pelaku Lain di Balik Pembunuhan Bharada Valdo di Markas Polisi
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak