SuaraSumut.id - Masyarakat yang tergabung dalam Forum Rakyat menggelar deklarasi rakyat lawan kecurangan Pilpres 2024 di depan Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Jumat (26/1/2024).
Deklarasi ini merupakan reaksi dari masyarakat atas adanya kekhawatiran dan indikasi kecurangan dalam Pilpres 2024, usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan presiden dan menteri boleh berpihak dan kampanye.
"Deklarasi ini untuk menolak pemilihan umum, pemilihan presiden yang berindikasi curang dan seharusnya polisi penegak hukum bangga dan mendukung," kata koordinator Forum Rakyat Sahat Simatupang.
Di hadapan puluhan masyarakat yang hadir, Sahat mengatakan, sejatinya Pemilu menjadi momentum untuk menentukan masa depan bangsa selama 5 tahun ke depan dan seterusnya.
"Pastikan tidak ada seorang pun di antara kita dan keluarga kita yang dipaksa dan diintimidasi untuk memilih partai tertentu, apalagi calon presiden tertentu," tegas Sahat.
Sahat juga menyerukan kepada ASN, TNI, Polri bahwa gaji yang mereka peroleh setiap bulannya bukan berasal dari salah satu pasangan calon (Paslon) presiden-wakil presiden, melainkan dari pajak rakyat.
"Kami serukan kepada aparatur sipil yang mendengar, anda-anda digaji oleh APBN atau APBD. Tetapi satu hal yang harus anda pastikan gaji yang anda peroleh setiap bulan itu berasal dari pajak rakyat. Tidak diberikan oleh salah satu paslon presiden," ungkap Sahat.
"Kalau Anda digaji dari APBN, APBD, Anda aparatur sipil, aparatur penegak hukum, seharusnya hormati dan menjunjung tinggi kita yang semua yang memberikan pajak untuk gaji Anda. Oleh karena itu, Anda tidak boleh berpihak oleh salah satu paslon presiden tertentu," sambungnya.
Sahat mengatakan biarlah masyarakat menentukan masa depan Indonesia dengan memilih capres-cawapres sesuai nurani.
"Tugas Anda sebagai penegak hukum sebagai polisi, adalah mengawal, mengamankan agar Pemilu, Pilpres berlangsung dengan aman," harapnya.
Sahat juga mengingatkan kepada kepala lingkungan di Medan untuk tetap bersikap netral dan tidak boleh berpihak kepada salah satu paslon.
"Kami serukan kepada kepala dinas, Anda adalah aparatur sipil negara, Anda adalah orang yang kami hormati, ketika Anda menginjak-injak kebebasan pilihan kami, maka Anda adalah sesungguhnya lawan rakyat," jelasnya.
Sementara itu, koordinator Presidium Forum Rakyat Azhari AM Sinik mengatakan, Pemilu maupun Pilpres yang diselenggarakan setiap 5 (lima) tahun sekali adalah cara paling beradab untuk mengakhiri satu kekuasaan lama dan memulai satu kekuasaan baru tanpa pertikaian.
Sehingga setiap kita warga negara wajib menjaga agar Pemilu/Pilpres berjalan secara demokratis, jujur, berkeadilan, berdaulat tanpa ada tekanan, paksaan maupun intimidasi kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan atau pemilik suara.
"Sebagai rakyat pemegang kedaulatan yang akan memilih capres tahun 2024-tahun 2029 pada 14 Februari 2024 dengan ini menyatakan sikap dan menyerukan, menolak dan melawan segala bentuk intimidasi, tekanan, paksaan memilih capres/cawapres dan kecurangan dalam bentuk keterlibatan aparatur negara yang berpotensi terjadi," jelasnya.
Berita Terkait
-
TNI Siaga 1 Hadapi Dampak Perang Iran, Simak 7 Perintah Panglima Jenderal Agus Subiyanto
-
Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
-
Asah Insting Tempur, TNI AL Gelar Simulasi Halau Serangan Udara di Perbatasan Tarakan
-
Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
2.001 Pos Kamling Ditargetkan Rampung pada Juni 2026
-
Layanan Angkutan Barang Kereta Api Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Perjuangan Tim Indosat Berpacu dengan Waktu Pulihkan Jaringan Saat Banjir Landa Aceh Tamiang
-
Wujudkan Rumah Imipan Anda dengan BRI KPR
-
Kenapa Mobil Listrik Bekas Kurang Diminati? Ini Alasannya