SuaraSumut.id - Bobby Nasution dengan percaya diri (pede) menyampaikan jika capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan berjaya di Pilpres 2024.
Hal ini disampaikan Bobby di hadapan ratusan warga yang kebanyakan emak-emak dalam acara yang berlangsung di Mega Park, Jalan Kapten Muslim, Kota Medan, Sabtu (27/1/2024) pagi.
"Datang ke TPS bapak ibu semua, ini barang udah menang. Prabowo-Gibran ini barang udah menang," kata Bobby.
Namun, jika masyarakat tidak datang ke TPS, bukan tidak mungkin kemenangan Prabowo-Gibran akan sirna.
"Tapi kalau bapak ibu tidak datang, jadi gak menang. Jadi jangan bilang ah udah menang itu kata Pak Bobby kemarin, biar orang itu aja yang ke TPS, jangan bu," ujarnya.
Menantu Presiden Joko Widodo ini mengatakan agar pendukung datang ke TPS pada 14 Februari 2024, dan buktikan kemenangan Prabowo-Gibran.
"Kita datang ke TPS tanggal 14 februari 2024, datang ke TPS ini barang menang harus kita buktikan, kalau kita semua di sini adalah bagian dari pemenangan Pak Prabowo dan Mas Gibran," tukasnya.
Sementara itu, Ricky Prandana Nasution mewakili TKD Prabowo-Gibran mengatakan pihaknya siap memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran dengan target 60 persen suara di Sumut.
"Kita mendeklarasikan memenangkan bapak Prabowo dan mas Gibran menjadi presiden dan wakil presiden, kemenangan 60 persen di Sumatera Utara," ungkapnya.
Ricky juga meminta agar Bobby Nasution dapat maju sebagai calon Gubernur Sumut dalam Pilkada 2024.
"Sekaligus memohon kesediaan bapak Bobby Nasution untuk bisa membawa kami lebih maju lagi di Sumatera Utara," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik
-
AJI Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng: Sama Saja dengan Hotman Paris
-
Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias
-
Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Klaim Kinerjanya Sudah Diakui Prabowo
-
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Oknum Guru di Tanjungbalai Bantah Bawa Siswa SD ke Rumah untuk Dilecehkan Suami
-
Gasak Motor-Uang dari Rumah Warga, Maling di Deli Serdang Ditembak
-
Suami Guru di Tanjungbalai Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Terancam 9 Tahun Penjara
-
Heboh Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas