SuaraSumut.id - Video yang dinarasikan seorang wanita diduga dipukul polisi di Medan, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Peristiwa terjadi di Jalan Elang, Kecamatan Medan Denai. Korban bernama Ella Napitupulu.
Dilihat dari video yang diunggah @medanheadlines.news, terlihat korban yang memakai kaus merah berada di atas becak barang sambil memegang anaknya yang masih balita.
Tampak sekitar lima orang polisi berpakaian preman mendekati korban dan hendak mengambil becak barang karena diduga terlibat kasus pencurian.
Karena merasa tidak bersalah, korban mempertahankan becaknya agar tidak dibawa polisi. Cekcok mulut pun terjadi.
Salah seorang oknum polisi memukul korban hingga berdarah. Warga pun ramai membantu korban agar becaknya tidak dibawa.
"Polisi salah duga, saat tangkap maling di Mandala, malah pukul ibu bawa bayi," tulis dalam unggahan, dilihat Sabtu (24/2/2024).
Korban Ella Napitupulu menjelaskan peristiwa cekcok itu terjadi Rabu 21 Februari 2024 sore.
"Terjadi saat ada penggerebekan pelaku curanmor. Pelaku yang dua orang sudah dapat, dimasukkan ke mobil," katanya.
Saat bersamaan, kata Ella, polisi melihat becaknya terparkir di depan rumah. Polisi pun menuduh jika becak korban terlibat pencurian.
"Ya saya pertahankanlah becak saya karena tak ada sangkut pautnya ke pelaku. Becakku itu cari makanku, gak mungkinlah gitu aja kukasih sama polisi," ungkapnya.
Saat cekcok, kata Ella, salah seorang petugas menyikut wajahnya hingga bibirnya berdarah.
"Rupanya gak sengaja polisinya kena sikunya, langsung berdarah bibir saya. Karena dilihatnya berdarah langsung ditolong warga untuk mengapain becak saya ini," jelasnya.
Bukan hanya dirinya, Ella mengaku jika kakaknya juga ditampar oleh oknum polisi tersebut.
"Lima orang polisinya, dua orang aja yang paling ganas. Keluarlah yang di kebun binatang, sempat lagi meludahi orangtua," cetusnya.
"Kakak saya ditampar, setelah itu polisinya pergi, Bilang kata maaf saja pun tidak ada," sambungnya.
Berita Terkait
-
Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya
-
Heboh Pajak Rumah Kontrakan Berlaku 2027, DJP Klaim Bukan Hal Baru
-
Viral Tanpa Menelanjangi Privasi: Berhenti Menjadikan Korban Perempuan sebagai Tontonan
-
Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Pemerintah Resmikan SRAK Gajah Sumatera dan Kalimantan 20262036, Ini Rinciannya
-
Guru di Labura Jadi Terdakwa Usai Tegur Siswi, Begini Penjelasan Jaksa dan Polisi
-
Siswa SMA Negeri di Karo Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG
-
Baru Turun dari Kapal, PMI Ditangkap Bawa 8 Kg Sabu