SuaraSumut.id - Muhammad Arajib, seorang santri di Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, telah menggemparkan publik dengan tindakannya yang berani. Dirinya meminta para orangtua santri, termasuk orangtuanya sendiri untuk mengembalikan uang "serangan fajar" yang diterima dari caleg pada Pemilu 2024.
Dirinya menjelaskan bahwa serangan fajar adalah praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Uang yang diberikan caleg dengan harapan mendapatkan imbalan besar seharusnya tidak boleh diambil.
Hal ini disampaikannya saat berceramah pada acara perpisahan santri di pesantren Madinatul Fata. Perpisahan dilakukan karena telah memasuki waktu libur di bulan puasa Ramadan.
"Baik pemberi maupun penerima uang semacam ini sama-sama masuk neraka," katanya melansir Antara, Selasa (5/3/2024).
Arajib memberikan teguran tegas kepada para orangtua yang hadir. Dirinya meminta agar uang "serangan fajar" bila ada yang menerima agar segera dikembalikan kepada caleg, baik yang sudah menang maupun yang kalah.
"Ibu-ibu dan bapak-bapak orang tua santri, jika ada menerima uang itu, kembalikanlah pada caleg yang memberikan. Kita harus bertindak sesuai dengan ajaran agama agar kita tidak masuk neraka saat di akhirat," ungkapnya.
Tindakan Arajib ini telah menuai berbagai reaksi. Di satu sisi, banyak orang yang mendukungnya. Di sisi lain, ada juga yang merasa dilematis karena mereka telah menerima uang itu dan tidak tahu harus dikembalikan ke mana.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat Yusuf mengatakan tindakan Arajib menunjukkan keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
"Mengikuti ajaran agama lebih berharga daripada uang. Betul itu, semoga semangat Arajib ini menginspirasi banyak orang untuk berpegang pada prinsip kejujuran dan integritas, terutama dalam konteks politik dan pemilu," katanya.
Berita Terkait
-
Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban
-
Gibran Didesak Mundur, Projo Sebut Putusan MA Tak Bisa Menganulir Jabatan Wapres
-
MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah
-
Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat
-
Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan
-
PSMS Medan Siapkan 31 Pemain Hadapi Persija Besok
-
Nyamuk Ternyata Punya Warna Favorit, Ini 5 Warna yang Cenderung Dihindarinya
-
Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya