SuaraSumut.id - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan program deradikalisasi bagi mantan narapidana terorisme di Lampung Tengah dengan cara pelatihan pertanian.
Brigjen Arif Makhfudiharto, Direktur Identifikasi Sosial Densus 88 Mabes Polri, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya deradikalisasi dan juga untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia.
Deradikalisasi dilakukan melalui berbagai kegiatan dan pelatihan bersama warga binaan yang ada di sejumlah daerah. Salah satunya kegiatan olah tanam di Kampung Sriwijaya Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
"Pelatihan ini untuk membantu dan membimbing warga binaan agar bisa mandiri juga sebagai contoh kepada yang lainnya," katanya, melansir Antara, Kamis (26/4/2024).
Arif berharap adanya bantuan dari Kementerian Pertanian terkait traktor dan combine harvester.
"Polri mengajak Kementan untuk bergotong royong serta membangun sinergitas dengan Dirjen lainnya dari Kementerian Pertanian, sebagai bagian dari komitmen bersama Polri dan Kementan," ujarnya.
Dirinya optimistis dengan diberikan pelatihan pertanian hingga warga binaan bisa menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia yang memiliki kecukupan pangan terhadap berbagai krisis multidimensi. Baginya pertanian adalah sektor penting terutama dalam menunjang berbagai pembangunan nasional.
Tim Idensos Satuan Tugas Wilayah Lampung Kompol Sumarna mengatakan di Lampung, Polri memiliki 358 orang warga binaan mantan jaringan kelompok teror yang sudah islah (sudah meninggalkan paham radikalisme), Selain eks narapidana.
Dirinya berharap warga binaan yang telah berhasil saat ini untuk bisa mengajak bergabung warga binaan lainnya yang masih memiliki paham radikal untuk belajar bertani demi kesejahteraan keluarga masing-masing.
Berdasarkan laporan analisa Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah menunjukkan bahwa hasil panen padi binaan Densus 88 mencapai 5 hingga 6 Ton per hektare.
Hasil panen akan dikoordinasikan dengan Bulog setempat untuk dilakukan penyerapan. Kelanjutan program ini juga akan diperluas areal wilayah serta komoditas garapannya, yaitu singkong, jagung dan sapi.
Martin Sudarmawan mewakili warga binaan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mereka belajar bertani.
Martin dan kawan kawan sudah mulai merasakan kenyamanan mengikuti program pelatihan pertanian ini, meskipun sebelumnya sempat mengundurkan diri karena harus memikirkan keluarga yang ditinggalkan.
"Kami berharap kiranya bisa menambah area pertanian yang digarap. Terima kasih atas pendampingan dan bimbingan pemerintah," kata Martin.
Tag
Berita Terkait
-
Densus 88 Bongkar Jaringan Teror: Gunakan Pertemuan Daring untuk Indoktrinasi dan Latihan Fisik!
-
Densus 88 Ringkus 12 Tersangka Terorisme, Diduga Terkait Jaringan Daulah Islamiyah
-
Berpengalaman di Densus 88 Hingga BIN, Irjen Victor Lateka Kini Jabat Wadankor Brimob
-
Siswa SD Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng MBG, DPR Desak BGN Investigasi
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
SPBU di Sergai Curangi Konsumen dengan Kurangi Takaran BBM, 2 Orang Ditangkap
-
Polisi Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM di Sumut, 6 Jadi Tersangka
-
Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan
-
Tak Harus Bahagia Dulu, Tersenyum Bisa Memengaruhi Suasana Hati
-
Tikus Masuk ke Atap Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mengusirnya