"Kami berharap LPS dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa menyimpan uang di bank aman," ujarnya.
Arifin juga berharap adanya kunjungan balasan dari LPS ke UMSU untuk memperkuat kerjasama.
"Kami berharap LPS bisa berkunjung ke UMSU untuk menguatkan kerjasama, termasuk dalam program Kampus Merdeka," cetusnya.
Dalam kesempatan itu, Staf Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Lembaga LPS-I Medan, Muhammad Syafril Murad Setiadil mengatakan, bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang menabung secara konvensional menggunakan celengan di bawah bantal.
"Mungkin kalau kaum milenial dan Gen Z sekarang yakin sudah paham mengenai keuangan digital baik m banking, platform pembayaran online dan lainnya, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa keluarga, saudara, teman, masih banyak juga yangg melakukan secara konvensional" katanya.
Oleh karena itu, LPS hadir untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa simpanan di bank aman dijamin oleh LPS. Dirinya mengatakan seperti krisis tahun 1998 di mana kepercayaan masyarakat menurun kepada perbankan. Pemerintah menerbitkan blanket guarantee yang berhasil menumbuhkan kepercayaan masyarakat tetapi juga menimbulkan moral hazard.
"Maka LPS dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan kepercayaan masyarakat kepada perbankan sekaligus mengantisipasi moral hazard, dan di tahun 2024 ini mandat LPS telah bertambah luas, yang awalnya hanya menjamin simpanan nasabah," ungkapnya.
"Dengan ditetapkannya UU P2SK maka LPS akan menjamin perusahaan asuransi yang akan berlaku efektif tahun 2028," katanya.
Workshop ini juga dihadiri oleh Faizal Hamzah Lubis Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMSU, Dr. Sigit Hardiyanto, Kepala Laboratorium FISIP UMSU, dan Dr. (C). Irsan Mulyadi dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMSU.
Para mahasiswa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Acara berlangsung dengan santai dan tertib, mencerminkan minat besar mahasiswa terhadap topik yang dibahas.
Berita Terkait
-
Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya
-
5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!
-
Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan
-
Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme
-
Mahasiswa Trisakti Tuntut Evaluasi Total Satgas PKH yang Hobi Pamer Duit Sitaan, Ini Alasannya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC