- Dua pria berinisial DG dan RPS tewas dalam duel senjata tajam di Desa Kutarakyat, Kabupaten Karo, pada Senin, 27 Juli 2026.
- Polres Karo masih menyelidiki peristiwa tersebut untuk mengungkap motif pasti yang diduga berakar dari sengketa lahan lama di antara korban.
- Polisi telah mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi serta meminta masyarakat agar menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat.
SuaraSumut.id - Duel berdarah merenggut nyawa dua pria di Desa Kutarakyat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Korban berinisial DG (45) dan RPS (31) meninggal dunia setelah saling serang menggunakan senjata tajam.
Peristiwa tragis itu kini masih didalami jajaran Polres Karo. Polisi berupaya mengungkap penyebab pasti sekaligus motif yang melatarbelakangi duel maut tersebut.
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia menyebut proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum dapat menyimpulkan penyebab utamanya.
"Iya kasus ini masih dalam pengembangan," katanya kepada SuaraSumut.id, Jumat 31 Juli 2026.
Berdasarkan informasi sementara, duel terjadi pada Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Kedua korban diketahui telah saling mengenal dan diduga memiliki konflik yang telah berlangsung cukup lama, termasuk persoalan sengketa lahan.
Saat keduanya bertemu di lokasi kejadian, perselisihan kembali memanas hingga berujung adu mulut.
Situasi kemudian berubah menjadi perkelahian sengit. Diduga masing-masing telah membawa senjata tajam sehingga bentrokan tak dapat dihindari.
Dalam duel tersebut, kedua pria saling melancarkan serangan menggunakan senjata tajam. Akibat luka berat yang diderita, DG dan RPS meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan fakta-fakta untuk memastikan apakah peristiwa itu murni merupakan duel satu lawan satu atau terdapat faktor lain yang turut menjadi pemicu.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian serta meminta keterangan dari beberapa saksi guna melengkapi proses penyelidikan.
Pedoman Maha mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian yang saat ini masih melakukan penyelidikan," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter
-
Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Kontak Tembak di Nduga Papua: 2 Anggota OPM Tewas, TNI Sita Senjata dan Rp88 Juta
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC