Suhardiman
Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB
Sejumlah siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga keracunan usai menyantap MBG. [Gemini AI]
Baca 10 detik
  • Puluhan siswa MTsN 2 Kisaran mengalami mual dan pusing pada Senin, 14 September 2026.
  • Kondisi tersebut muncul setelah para pelajar menyantap menu Makanan Bergizi di lingkungan sekolah.
  • Sekolah bersama penyedia makanan segera membawa sekitar tiga puluh korban terdampak ke rumah sakit.

SuaraSumut.id - Suasana di MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) mendadak riuh, Senin (14/9/2026). Puluhan siswa diduga keracunan usai menyantap Menu Makanan Bergizi (MBG).

Para siswa dilaporkan mengalami keluhan berbeda-beda, mulai dari mual, muntah hingga pusing. Namun demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

Adapun menu yang disajikan ke siswa yakni nasi putih, ayam rendang, sambal tempe, acar timun dan wortel, serta buah semangka.

Kepala MTsN 2 Kisaran, Damanhuri Lubis, mengatakan keluhan siswa mulai muncul menjelang pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, para siswa menyantap makanan MBG sekitar pukul 12.00 WIB.

“Kita tidak bisa pastikan juga bahwa itu dampaknya dari MBG. Tapi secara kebetulan memang mereka ramai-ramai ada keluhan begitu. Mual, muntah, ada yang pening. Beda-beda masing-masing,” kata Damanhuri ketika dihubungi SuaraSumut.id.

Menu MBG Beraroma Tak Sedap

Ia menjelaskan, sebelum ada keluhan, pihak sekolah sempat menerima laporan dari petugas piket terkait dugaan adanya masalah pada makanan MBG, pihak sekolah langsung mengambil langkah antisipasi.

Pengumuman disampaikan melalui pengeras suara agar siswa yang belum mengonsumsi makanan tersebut tidak melanjutkan santapan dan mengembalikan paket MBG.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah jumlah siswa yang mengalami keluhan semakin bertambah.

“Begitu ada laporan dari piket MBG bahwa makanan sepertinya bermasalah (beraroma tidak sedap), secepatnya saya informasikan melalui mic kepada anak-anak agar tidak memakan MBG dan mengembalikannya,” jelasnya.

Damanhuri menyebutkan, dari sekitar 750 siswa yang mendapatkan MBG, diperkirakan hanya sebagian yang sempat mengonsumsi makanan tersebut sebelum pengumuman disampaikan.

Berdasarkan penanganan awal di sekolah, kata dia, sekitar 30 siswa mengalami keluhan dan kemudian mendatangi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Mereka mendapat penanganan awal sesuai kemampuan pihak sekolah. Sementara itu, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan penyedia MBG untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Kalau merasa ada gangguan dan keluhan, segera ke UKS. Ada yang muntah, ada yang apa, semuanya ditangani oleh UKS sebisa dan sebatas kemampuan yang ada dari kita,” ujarnya.

Pihak penyedia MBG kemudian merespons laporan tersebut dengan mendatangkan tenaga medis dan membantu membawa siswa yang membutuhkan penanganan ke rumah sakit umum.

Load More