SuaraSumut.id - Penggunaan ponsel di Indonesia telah mencapai rata-rata 6,05 jam per hari. Angka ini mengkhawatirkan dan perlu menjadi perhatian.
Meskipun ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, penting untuk memahami dampak negatif dari penggunaan berlebihan.
Berikut beberapa dampak buruk yang dapat ditimbulkan, melansir batamnews.co.id:
Ponsel memancarkan radiasi elektromagnetik yang dapat menembus otak dan berpotensi menyebabkan kerusakan sel otak, meningkatkan risiko kanker otak. Penelitian menunjukkan paparan radiasi jangka panjang dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan kanker.
2. Gangguan Fungsi Kognitif
Penggunaan berlebihan dapat mengganggu fungsi kognitif, seperti memori, perhatian, dan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian menunjukkan paparan lama terhadap ponsel dapat menyebabkan kinerja memori dan perhatian yang buruk.
3. Gangguan Tidur
Cahaya biru yang dipancarkan layar ponsel dapat mengganggu siklus tidur alami tubuh dengan menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Hal ini dapat menyebabkan insomnia dan gangguan tidur lainnya.
4. Meningkatkan Stres, Kecemasan, dan Depresi
Notifikasi dan pesan yang terus-menerus, serta tekanan untuk selalu terhubung dan tersedia, dapat meningkatkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan mental.
5. Kelelahan Mata dan Gangguan Penglihatan
Menatap layar kecil ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan dan kelelahan mata, sakit kepala, mata kering, dan masalah penglihatan lainnya. Anak-anak, dengan mata yang masih dalam tahap perkembangan, lebih rentan terhadap dampak ini.
Berita Terkait
-
Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!
-
Infinix Note 50S 5G+: Ponsel Wangi dengan Layar 144Hz dan Performa Gesit
-
Digimap Buka Sinyal Kehadiran iPhone Lipat Apple di Indonesia
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC