SuaraSumut.id - Pemkot Medan memberikan waktu sampai Jumat 26 Juli 2024 untuk mengosongkan Mal Centre Point sebelum dilakukan pembongkaran. Hal itu dikarenakan PT ACK belum membayarkan tunggakan pajak padahal sudah jatuh tempo.
"Hari ini ada masih ada tunggakan Centre Point kurang lebih Rp 120 miliar harus dibayarkan. Tanggal 19 Juli kemarin sudah jatuh tempo, sampai dengan hari ini, jam sekarang ini, kita berkumpul, belum ada masuk sama sekali ke kas Pemkot Medan," kata Wali Kota Medan Bobby Nasution, Senin (22/7/2024).
Bobby mengatakan bahwa Pemkot Medan telah melayangkan surat untuk segera mengosongkan areal, termasuk tenant-tenant yang ada di dalam mal tersebut.
"Kita berikan waktu 1 Minggu mulai dari tanggal 19 untuk diberlakukan pengosongan," ujar Bobby.
"Jadi kami beri waktu sampai hari Jumat ini, kita berikan waktu pengosongan tenant-tenant. Agar bisa kita lakukan eksekusi di hari Jumat," sambungnya.
Bobby menegaskan apabila sebelum Jumat pihak pengelola mal beritikad baik melakukan pembayaran tunggakan pajak, maka Pemkot Medan akan menerimanya dengan baik dan membatalkan pembongkaran.
"Apabila dalam masa pengosongan memang masih ada niat baik dari pengelola mal ini akan kami terima dengan baik juga," jelasnya.
Dengan penjelasan Bobby ini, maka rencana pembongkaran Mal Centre Point yang rencananya berlangsung pada Senin hari ini, urung terjadi. Pemkot Medan meminta agar mal dikosongkan dahulu.
Di Mal Centre Point sendiri telah terpasang spanduk besar bertuliskan 'Bangunan Gedung Ini Ditutup dan Dikosongkan'. Alat berat juga telah bersiaga di lokasi.
Jika pihak pengelola mal tak juga membayar tunggakan pajak Rp 120 Miliar, maka eksekusi mal termegah di Medan ini bisa saja terjadi Jumat nanti.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Jadi Industri Berdaya Saing
-
Bobby Nasution Terima Penghargaan, Sumut Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah
-
Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
-
Puluhan Tahun Menanti, Jalan Strategis di Nias Utara Akhirnya Diaspal Era Gubernur Bobby
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Pria di Medan Ngaku Polisi, Rudapaksa dan Rampas HP Remaja Wanita
-
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Medan, Belasan Rumah Warga Rusak
-
BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan Dapur Umum untuk Bantu Korban Gempa NTT
-
Pilu Pensiunan PTP III, Kebun Sawit di Langkat yang Jadi Tumpuan Hari Tua Diklaim Agrinas