"Karya ini merupakan dedikasi untuk setiap isi Tano Batak; manusia, alam dan budayanya," katanya lewat unggahan video di akun melalui akun YouTube, Minggu, 22 September 2023.
Lagu itu, kata Guido, juga bermakna semu hidup membaur dan berdampingan karena yang paling utama adalah kepedulian serta perdamaian.
Lagu Ro Jo Hamu diciptakan Osen Hutasoit. Komposor/aransement Raden Saragi dan Leo Sinaga. Lagu diciptakan Osen sebagai buah pemikiran dan keprihatinan sejak setahun lebih terhadap nasib warga tertindas di kawasan Danau Toba.
Pada 25 Juli, Guido mengunjungi anak-anak dan ibu-ibu yang tinggal dalam kondisi ketakutan di gubuk perjuangan tanah adat Sihaporas.
Lelaki dewasa tidak dijumpainya, sebab trauma karena tiga hari sebelumnya, Senin 22 Juli 2024, terjadi penangkapan lima warga masyarakat adat secara tak wajar.
"Hati kecil ini menginginkan untuk nyanyi Solo. Sementara biasanya aku (Guido), bersama Band Punxgoaran. Entah mengapa, untuk lagu ini, aku tergerak untuk sendiri aja," ungkapnya.
Pada saat nyanyi solo ini, lelaki kelahiran Pematangsiantar itu mengajak dua temannya, yang merupakan komposer lagu. Guido menuturkan kisah pencipatan lagu Ro Jo hamu.
Dirinya mengaku marasakan ada dorongan dari luar tubuh yang menggerakkan hatinya untuk memberikan persembahan lagu kepada masyarakat.
Pada saat diajak teman untuk melihat situasi masyarakat adat di Sihaporas, ia ringan langkah berangkat untuk mendengarkan langsung cerita-cerita warga.
"Yaa, aku merasa sangat terkejut lah. Ternyata masih ada gitu, lingkungan atau komunitas masyarakat yang sangat mengerikan dan menakutkan terhadap intimidasi sehari-hari baik itu untuk anak-anak ataupun orangtua. Itu yang aku lihat," kata Guido.
Berita Terkait
-
Bisa Merusak Hutan dan Alam, Pemuda Katolik Papua Tolak PSN: Ini Tanah Bertuan!
-
Musa Boma: Tapal Batas Tanah Adat Jaga Sudah Selesai
-
Anggota DPR Cecar Bambang Susantono: Apa Benar Otorita IKN Gusur Tanah Rakyat?
-
Soal Konflik Tanah Adat, Mahfud MD: Strateginya Penertiban Birokrasi Pemerintah dan Aparat
-
Pegiat Lingkungan dan Tanah Adat Dibunuh, Mengapa Jadi Aktivis Berbahaya'?
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
Terkini
-
Harga Tiket Pesawat Jakarta-Medan di Momen Arus Balik Lebaran 2025 Normal
-
8 Hektare Lahan Warga di Aceh Barat Terbakar Selama Ramadan 2025
-
Pria Bunuh Pacar dan Kubur Jasadnya di Kebun Sawit Labusel, Cemburu Korban Dijodohkan
-
Pukul Polisi saat Ditangkap, Maling Motor di Medan Diberi "Hadiah Lebaran"
-
Gunungsitoli Diterjang Banjir, Ratusan Jiwa Terdampak dan Puluhan Rumah Terendam