SuaraSumut.id - Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Sumut 2024 berjumlah 10.771.496 jiwa, yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 3.656.608 pemilih didominasi generasi milenial dan gen z.
Demikian dikatakan oleh Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Sumut Frendianus Joni Rahma Zebua, melansir Antara, Minggu (6/10/2024).
"Setelah disortir berdasarkan umur dari jumlah DPT yang sebanyak 10.771.496 pemilih. Kalangan pemilih milenial mendominasi dengan 33,95 persen," katanya.
Joni Zebua mengatakan daftar pemilih di wilayah ini terbagi dari lima generasi, yakni milenial, generasi Z, generasi X, baby boomer dan pre-baby boomer.
Generasi Z berada di posisi kedua tertinggi dengan mencatatkan 2.964.805 pemilih dan disusul oleh generasi X yang menyentuh di angka 2.723.795 orang.
Selanjutnya, generasi baby boomer tercatat sebanyak 1.296.714 orang dan pre-baby boomer berada di posisi terakhir dengan 129.574 pemilih di Pilkada 2024.
"Berdasarkan gender dari daftar pemilih tetap terbagi 5.302.681 pemilih laki- laki dan 5.468.815 pemilih perempuan," ujarnya.
Untuk jumlah kategori pemilih disabilitas, KPU Sumut telah menetapkan sebanyak 30.881orang yang akan menggunakan hak suaranya di Pilkada 2024.
Dia merinci jumlah kategori disabilitas tersebut terdiri dari beberapa kategori, seperti fisik sebanyak 12.824, intelektual 2.385, mental 5.250, sensorik wicara, 5.733, sensorik rungu, 1.565 dan sensorik netra 3.124.
"Jumlah tersebut sudah ditetapkan berdasarkan rapat pleno yang ditelah dilaksanakan beberapa pekan lalu," jelas dia.
Masyarakat akan menggunakan hak suaranya di 25.223 jumlah tempat pemungutan suara(TPS) yang tersebar di 455 kelurahan dan 6.110 desa.
Berita Terkait
-
Kebiasaan Traveling Gen Z Berubah, Kemudahan Booking Jadi Pertimbangan
-
Jebakan Dunia Filter: Kenapa Gen Z Sulit Lepas dari Obsesi Validasi Digital?
-
Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Gen Z Stres Memikirkan Biaya Hidup dan Bencana Jadi Beban Baru?
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit