SuaraSumut.id - Sebanyak 10 kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), terdampak bencana banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di wilayah tersebut. Ribuan rumah dilaporkan terendam dalam peristiwa yang terjadi sejak Rabu (27/11/2024) itu.
"Awalnya hanya lima kecamatan yang terdampak, tetapi sekarang meluas menjadi 10 kecamatan," ujar Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, dikutip dari Antara, Jumat (29/11/2024).
Data BPBD Kota mengungkapkan bahwa kecamatan terdampak banjir masing-masing, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Amplas, Medan Denai, Medan Helvetia, Medan Labuhan, Medan Baru, Medan Deli, dan Medan Selayang.
Sedikitnya, 25 titik banjir teridentifikasi di kawasan ini, dengan total 7.699 rumah terendam dan lebih dari 8.700 kepala keluarga terdampak.
Yunita menjelaskan, meluapnya tiga sungai besar menjadi penyebab utama banjir di Kota Medan, yakni Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Sei Belawan.
Kondisi ini semakin memperparah situasi di sejumlah kecamatan, seperti Medan Maimun yang memiliki lima kelurahan terdampak, termasuk Aur, Sei Mati, dan Kampung Baru.
Sementara itu, Medan Johor terdampak di Kelurahan Gedung Johor. Sedangkan Medan Sunggal melaporkan banjir di Kelurahan Sunggal dan Lalang. Sedangkan di Medan Amplas, Kelurahan Harjo Sari I, Siti Rejo III, dan Timbang Deli turut mengalami banjir.
"Jumlah total kelurahan yang terdampak di 10 kecamatan mencapai 21 kelurahan," tambah Yunita.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa lima kecamatan yang paling dekat dengan aliran sungai mengalami dampak terparah.
"Kelima kecamatan tersebut adalah Medan Johor, Medan Maimun, Medan Helvetia, Medan Amplas, dan Medan Sunggal," ujar Bobby pada Rabu (27/11/2024).
Ia memastikan, ratusan rumah warga di wilayah tersebut terendam banjir, dengan ribuan jiwa terdampak. Pemerintah Kota Medan, melalui BPBD, terus melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak.
"Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi," tutur Bobby.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah dekat aliran sungai yang rawan banjir. (antara)
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Potret Terkini Lumpur Lapindo di Usia 20 Tahun Bencana
-
Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Viral 'Rayap Besi' di Medan Nekat Tantang Polisi Duel, Tak Terima Ditegur Curi Kabel
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
BRI Jaga Kepercayaan Investor Lewat Program Buyback Saham dan Fundamental yang Kuat
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap