SuaraSumut.id - Polres Nias Selatan (Nisel) memberikan klarifikasi soal viral kaki bocah perempuan berusia 10 tahun cacat diduga akibat dianiaya keluarganya. Hasil rontgen menyebutkan bahwa patah kaki bocah tersebut merupakan bawaan sejak lahir, bukan karena dianiaya.
Demikian dikatakan oleh Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Suryana kepada SuaraSumut.id, Minggu (2/2/2025).
"Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan bahwa kondisi fisik korban merupakan kelainan bawaan sejak lahir, bukan akibat penganiayaan. Berdasarkan hasil rontgen, tidak ditemukan patah tulang akibat kekerasan. Hanya ada lebam 3 cm di paha kiri korban," kata Ferry.
Atas kasus ini, Ferry menjelaskan bahwa kepolisian telah menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap bocah perempuan tersebut.
Pelaku berinisial D (18) yang merupakan kerabat atau tante korban, ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi.
"Penetapan tersangka didasarkan pada keterangan saksi yang menunjukkan adanya tindak kekerasan terhadap korban," ungkap Ferry.
Kasus ini mencuat setelah laporan dari kepala desa setempat ke Polsek Lolowau pada 27 Januari 2025. Tersangka D dijerat dengan Pasal 80 Ayat 1 dan 2 junto Pasal 76C UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Ia mengatakan tindakan tersangka D melakukan kekerasan terhadap korban dilatarbelakangi rasa kesal karena korban sempat pergi meninggalkan rumah.
"Selama tiga hari tanpa izin," tukas Ferry.
Sebelumnya, viral di media sosial (medsos) video yang menampilkan seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Nias Selatan yang diduga menjadi korban kekerasan kerabatnya sendiri.
Dikabarkan kalau anak tersebut telah ditinggalkan orang tuanya sejak berusia 3 tahun. Video yang beredar memperlihatkan kondisi korban yang memprihatinkan. Pada bagian kakinya tampak bekas kekerasan dan tumbuh tidak normal seperti anak lainnya.
Namun, pihak kepolisian telah memastikan penyebab kaki anak tersebut tumbuh tidak normal bukan karena kekerasan namun karena bawaan lahir.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Berawal dari Latihan Sepatu Roda, Anak 16 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
BanBan Running Club Minta Maaf Usai Bikin Konten di Stadion Teladan Medan
-
6 Orang yang Serang Polisi saat Gerebek Bandar Narkoba di Medan Ditangkap
-
8 Gudang Penampungan Motor di Medan Digerebek, 136 Kendaraan Diamankan
-
Tiga Jemaah Haji Aceh Meninggal di Arab Saudi
-
LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan di 3,50 Persen