- Membuang minyak bekas ke wastafel menyebabkan penumpukan lemak yang merusak pipa saluran air rumah tangga secara permanen.
- Akumulasi minyak yang mengeras dalam jangka panjang berisiko menciptakan gumpalan fatberg yang menyumbat sistem saluran air umum.
- Limbah minyak mencemari ekosistem sungai dan kualitas tanah dengan mengurangi kadar oksigen serta menghambat penyerapan air bersih.
SuaraSumut.id - Banyak orang masih menganggap minyak bekas atau minyak jelantah sebagai limbah yang bisa langsung dibuang ke wastafel setelah selesai memasak.
Padahal, kebiasaan yang terlihat sepele ini dapat memicu berbagai masalah serius, mulai dari saluran pembuangan yang tersumbat hingga pencemaran lingkungan.
Setelah digunakan untuk menggoreng, minyak memang terlihat cair. Namun ketika suhunya menurun, minyak akan berubah menjadi lebih kental dan perlahan mengeras. Kondisi inilah yang membuat minyak mudah menempel pada dinding pipa pembuangan.
Lama-kelamaan, lapisan minyak tersebut akan semakin menumpuk dan bercampur dengan sisa makanan, sabun, maupun kotoran lainnya. Akibatnya, aliran air menjadi terganggu dan berpotensi menyebabkan penyumbatan total.
Minyak diketahui memiliki karakteristik yang berbeda dengan air. Ketika dingin, minyak akan mengeras dan membentuk endapan yang dapat merusak sistem perpipaan.
Fenomena penumpukan lemak dan minyak di saluran pembuangan ini dikenal dengan istilah fatberg, yakni gumpalan besar yang terdiri dari minyak, lemak, dan sampah lain yang mengeras di dalam saluran air.
Minyak Sedikit Tetap Berbahaya
Banyak orang beranggapan bahwa membuang sedikit minyak ke wastafel tidak akan menimbulkan masalah. Padahal, jumlah kecil yang dibuang secara berulang tetap dapat menyebabkan penumpukan.
Setiap tetes minyak yang masuk ke saluran pembuangan akan menempel sedikit demi sedikit di bagian dalam pipa. Dalam jangka panjang, lapisan tersebut menjadi semakin tebal dan akhirnya memicu penyumbatan.
Selain merusak instalasi pipa rumah, limbah minyak yang masuk ke saluran umum juga dapat mengganggu sistem pengolahan air limbah di perkotaan.
Dampak Minyak Jelantah bagi Lingkungan
Tidak hanya berdampak pada rumah tangga, pembuangan minyak sembarangan juga berpotensi mencemari lingkungan.
Minyak yang terbawa aliran air dapat mencemari sungai dan perairan. Lapisan minyak di permukaan air dapat mengurangi kadar oksigen sehingga mengganggu kehidupan organisme air seperti ikan dan tumbuhan.
Selain itu, minyak bekas yang mencemari tanah juga dapat menurunkan kualitas tanah dan menghambat penyerapan air.
Karena itu, pengelolaan minyak jelantah menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Berita Terkait
-
Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan
-
Bahlil Klarifikasi Impor Minyak dari UEA Masih Belum Pasti
-
Tips Nutrisi Terbaik bagi Profesional dengan Aktivitas Padat, Jaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari
-
Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok
-
Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11
-
Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional
-
Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi