SuaraSumut.id - Penampilan anak punk yang identik dengan rambut mohawk, sepatu bot, hingga tato terkesan berandal di mata masyarakat.
Namun, kita tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya saja. Buktinya komunitas punk di Medan, punya jiwa sosial yang tinggi.
Hal tersebut dibuktikan dengan menggelar Pasar Gratis di bawah fly over Jamin Ginting Medan, Sabtu (22/2/2025). Dalam kegiatan ini, ada sembako, pakaian dan beberapa barang layak pakai dibagikan ke masyarakat.
Jovan Siahaan selaku pelaksana kegiatan menjelaskan, ini merupakan aksi solidaritas untuk saling membantu sesama.
"Mari lupakan sejenak soal uang, lalu semua barang-barang layak pakai di rumah kita mari kita bagikan ke orang-orang yang membutuhkan. Maka spiritnya adalah spirit berbagi dan melupakan fungsi uang untuk sementara," katanya.
Jovan mengatakan barang-barang yang dibagikan merupakan sumbangan dari teman-teman komunitas punk dan masyarakat Medan. Selain itu, kegiatan ini tidak ada hubungannya dengan politik.
"Semua tanpa embel-embel politik dan tanpa ada yang mendanai. Kegiatan ini berdasarkan kerja sama kita masing-masing, semua kita lakukan secara swadaya," ujarnya.
"Ke depan kita juga akan membuat keterampilan khusus, misalnya pangkas rambut, semua akan kita share, siapa yang bisa pangkas, siapa yang bisa pijat, siapa yang bisa tato, semuanya gratis," katanya.
Minta Polri Jangan Kebakaran Jenggot
Jovan juga menyinggung soal adanya intimidasi dan pembungkaman terhadap band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani. Diketahui, Sukatani tiba-tiba menyampaikan permintaan maaf kepada Polri terkait lagu 'Bayar Bayar bayar'.
Sukatani juga menarik lagu yang beredar di platform musik Spotify. Dirinya meminta Polri jangan kebakaran jenggot dan antikritik.
"Aku pikir apa yang terjadi terhadap Sukatani harus disayangkan, bahwa segala macam bentuk pembungkaman dan intimidasi harus segera diakhiri, apapun itu. Sukatani dengan lagunya yang berbicara kritik sosial harusnya tidak antikritik," katanya.
"Saya pikir kita harus mendukung atau ikut melawan bersama intimidasi di mana pun dan terhadap siapapun. Sukatani harus tetap difasilitasi dengan lagunya bebaskan dia berkarya," sambungnya.
Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut orang yang mengkritik Polri sebagai sahabatnya tampak berbeda dengan realitas yang terjadi.
"Bahwa Kapolri Listyo Sigit saja meminta untuk dikritik dan siapapun yang mengkritik Polri akan menjadi sahabat Polri lalu kenapa mereka kebakaran jenggot? Ini pertanyaan kita," tukasnya.
Berita Terkait
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?
-
Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Perluas Layanan Global, BRI Bawa QRIS Cross Border BRImo ke Jaringan Merchant di China
-
Ini Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tetap Aman
-
Pilu Pasutri Bersujud di Depan Baliho Bobby Nasution, Minta Bantuan Pengobatan Anak
-
Jangan Panik! Ini Cara Mengatur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
-
Benarkah Harga Minyakita Masih Rp15.700 per Liter di Sumut?