SuaraSumut.id - Sebanyak 2.000 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan aksi demo yang digelar sejumlah elemen di Sumatera Utara, Senin 1 September 2025.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, mengatakan sebanyak 1.200 personel dikerahkan langsung di lapangan, sementara sisanya disiagakan.
Titik konsentrasi pengamanan berada di Gedung DPRD Sumut, DPRD Kota Medan, hingga Markas Polda Sumut.
"Pengamanan itu sebagai bentuk menjaga para pengunjuk rasa untuk berekspresi agar tidak disalahgunakan hingga menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya melansir Antara.
Dirinya mengatakan bahwa Polri selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
"Serta keselamatan masyarakat, termasuk peserta aksi, tetap menjadi prioritas utama," ujarnya.
Ia berharap masyarakat tetap yang menyalurkan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan undang-undang sehingga kebebasan berpendapat dapat berjalan beriringan dengan keamanan dan ketertiban umum.
Berita Terkait
-
Polemik Pandji Pragiwaksono Memanas, Indro Warkop Beri Peringatan Keras Tentang Kritik di Indonesia
-
Indro Warkop Bandingkan Kasus Pandji Pragiwaksono dengan Era Kritik Warkop DKI
-
Jerit Ibunda Korban Salah Tangkap Aksi Demo Agustus, Dua Jari Anaknya Patah Diduga Disiksa Polisi
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
CERPEN: Dusta di Balik Dinding Kaca
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital