- Rumah berdebu ditandai dengan lapisan debu di lantai, furnitur, dan perabotan.
- Debu menumpuk karena sirkulasi udara buruk, ventilasi kurang, dan kebersihan tidak terjaga.
- Debu berlebih dapat memicu alergi dan gangguan pernapasan di dalam rumah.
SuaraSumut.id - Kondisi rumah yang banyak debu biasanya ditandai dengan adanya lapisan debu yang menempel pada permukaan seperti lantai, furnitur, perabotan elektronik, dan benda-benda lain di dalam rumah.
Debu ini dapat membuat udara di dalam rumah terasa pengap dan kurang sehat, khususnya bagi yang punya alergi atau masalah pernapasan.
Penyebab umum kondisi rumah berdebu antara lain udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, ventilasi yang kurang memadai, banyaknya barang yang menahan debu, serta kebiasaan membuka pintu dan jendela yang menyebabkan debu dari luar masuk.
Selain itu, kebersihan rumah yang belum optimal juga memperparah penumpukan debu, misalnya jarang membersihkan timbunan debu di permukaan yang sulit dijangkau, seperti langit-langit dan tirai.
Kondisi rumah yang berdebu bisa mengganggu kesehatan seperti memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan, serta membuat ruangan terlihat kotor dan kurang nyaman.
Oleh karena itu, penting menjaga kebersihan dengan pembersihan rutin yang tepat, serta memastikan sirkulasi udara berjalan lancar untuk mengurangi debu di dalam rumah. Ventilasi yang baik dan penggunaan penyaring udara juga dapat membantu mengurangi debu di udara rumah.
Empat penyebab utama debu banyak di rumah adalah:
1. Sirkulasi udara yang buruk atau tidak lancar, membuat debu terperangkap dan tidak keluar dari ruangan sehingga menumpuk di rumah. Udara yang kurang bersirkulasi juga menyebabkan kelembapan tidak seimbang yang mendukung penumpukan debu.
2. Banyak barang di rumah dan furnitur berbahan kain seperti karpet dan sofa yang mudah menahan debu. Barang yang banyak dan tidak teratur menghambat sirkulasi udara dan juga menjadi tempat debu menempel dan mengendap.
3. Penyikatan atau pembersihan yang kurang tepat, seperti hanya menyapu dan mengepel lantai tanpa membersihkan permukaan lain seperti tirai, ventilasi, dan langit-langit. Menyapu kadang malah membuat debu beterbangan dan menempel di tempat lain.
4. Pintu dan jendela yang sering dibuka sehingga debu dari luar mudah masuk ke dalam rumah, terutama jika rumah berlokasi dekat jalan raya atau area berdebu. Debu dan polusi dari luar masuk akibat sirkulasi udara terbuka tanpa filter.
Hal lain yang juga berkontribusi besar adalah bulu hewan peliharaan yang jarang dimandikan, karena bulunya sering rontok dan menyebarkan debu di dalam rumah.
Berita Terkait
-
Tutorial Aman Cuci Mobil dari Guyuran Abu Vulkanik: Biar Cat Nggak Baret, Jangan Asal Siram!
-
Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap
-
Penampakan Langit Suriah Mendadak Jadi Merah! Jarak Padang Nol Akibat Fenomena Alam
-
Polusi Debu Kapur Selimuti Permukiman Warga Citatah
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Perluas Akses Finansial Diaspora Indonesia
-
Enam Daerah di Sumut Dilanda Banjir
-
Pemprov Sumut Siapkan Hibah Rp67,5 Miliar untuk Rumah Ibadah, Baru Terealisasi 34,11 Persen
-
Komitmen Investasi Berkelanjutan Berbuah Penghargaan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026
-
Kejar-kejaran Bak Film Spiderman, 2 Pengedar Sabu di Medan Kabur Lompati 10 Rumah