- Kejari Medan eksekusi terpidana seumur hidup kasus ganja 335 kilogram.
- Sulaiman Daud buron 10 tahun akhirnya ditangkap dan dipenjara.
- Eksekusi tegaskan komitmen penegakan hukum terhadap kejahatan narkotika berat.
SuaraSumut.id - Kejaksaan Negeri (Kejari Medan) akhirnya mengeksekusi terpidana seumur hidup kasus narkotika Sulaiman Daud (30) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Blangkejeren) di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, setelah buron selama 10 tahun. Sulaiman merupakan terpidana dalam kasus ganja 335 kilogram, yang vonisnya telah berkekuatan hukum tetap sejak 2015.
“Terpidana telah dieksekusi ke Lapas Blangkejeren,” ujar Kasi Intelijen Kejari Medan, Dapot Dariarma, dikutip dari Antara, Selasa (21/10/2025).
Dapot menjelaskan, eksekusi dilakukan oleh Jaksa Eksekutor Kejari Medan, Kasubsi Penuntutan dan Eksekusi Tommy Eko Pradityo, bersama staf Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi (Uheksi) Roy Marpaung.
“Terpidana dieksekusi ke Lapas pada Jumat (17/10/2025) malam oleh tim Jaksa Eksekutor Kejari Medan,” ucapnya.
Dalam kasus narkoba ganja 335 kg tersebut, Sulaiman sebelumnya dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa (11/8/2015).
Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis penjara seumur hidup pada Kamis (13/8/2015). Putusan itu diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Medan melalui putusan banding Nomor 560/PID/2015/PT-MDN tertanggal 6 Oktober 2015.
“Setelah seluruh proses administrasi eksekusi selesai, terpidana dibawa ke Lapas Blangkejeren untuk menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan,” kata Dapot.
Eksekusi dilakukan setelah Tim Tangkap Buronan (Tabur Kejati Sumut) bersama Kejari Medan berhasil mengamankan Sulaiman pada Kamis (16/10/2025) malam sekitar pukul 23.10 WIB di kediamannya di Desa Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Sulaiman merupakan salah satu dari lima mahasiswa asal Gayo Lues yang dinyatakan bersalah dalam perkara perdagangan ganja 335 kilogram pada 2015. Empat rekannya, yakni Anugerah Sani Wijaya, Khairul Abdi, Jufri Febrian, dan Susry, telah lebih dahulu menjalani hukuman.
Terpidana Sulaiman terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Kejari Medan memastikan eksekusi dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Dengan eksekusi ini, Kejari Medan menegaskan komitmennya dalam menindak tegas pelaku kejahatan narkotika dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap buronan lama seperti Sulaiman Daud.
Berita Terkait
-
Napoleon dari Tanah Rencong: Saat Sejarah Aceh Menjadi Nyata dalam Novel Akmal Nasery Basral
-
Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh
-
Luka dari Meurawoe: Membaca Aceh Pasca-DOM dalam Bayang Suram Pelangi
-
Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat
-
Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Alami Kemajuan dan Perkembangan Dinamis
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Uang Umat Rp 28 M Kembali, Suster Paroki Aek Nabara: Terima Kasih Pak Dasco
-
Liburan Keluarga Makin Hemat? Promo Tiket Tayo Station Diskon 17 Persen Sampai 3 Mei
-
Daftar Promo Makanan Spesial Hari Kartini 2026, Ada Beli 1 Gratis 1
-
Spesial Hari Kartini, Promo Tiket Ancol Rp 121 Ribu untuk Tanggal 26 April
-
BRI Tegaskan Tidak Mentolerir Segala Bentuk Pelanggaran Terhadap Kode Etik dan Ketentuan Perusahaan