- Bulu ketiak berfungsi melindungi kulit dari gesekan dan mencegah infeksi.
- Mencabut bulu ketiak dapat menyebabkan iritasi, hiperpigmentasi, dan folikulitis.
- Pencabutan berulang membuat bulu tumbuh lebih tebal dan kasar
SuaraSumut.id - Bulu ketiak merupakan rambut yang tumbuh di area lipatan ketiak manusia, biasanya muncul sejak masa pubertas.
Fungsinya antara lain melindungi kulit ketiak dari gesekan dengan lengan, sehingga mengurangi iritasi dan lecet, terutama saat bergerak aktif atau bagi yang memiliki kelebihan berat badan.
Kemudian, membentuk penghalang fisik yang mencegah bakteri dan zat beracun masuk langsung ke pori-pori kulit ketiak, membantu mencegah infeksi dan menjaga kesehatan payudara serta pembuluh darah di sekitarnya.
Bulu ketiak juga membantu mengatur suhu tubuh dengan menstabilkan panas dan mempercepat penguapan keringat di area ketiak.
Mencabuti bulu ketiak bisa menimbulkan beberapa bahaya dan efek samping, termasuk risiko bulu ketiak tumbuh lebih lebat.
Beberapa dampak mencabut bulu ketiak adalah iritasi kulit yang bisa menyebabkan kemerahan, gatal, dan hiperpigmentasi (area menghitam).
Selain itu, mencabut bulu ketiak dapat memicu folikulitis (radang folikel rambut), dan bulu tumbuh ke dalam (ingrown hair), yang menyebabkan rasa sakit dan infeksi.
Mengenai pertumbuhan bulu yang bertambah lebat, mencabut bulu ketiak secara berulang-ulang dapat merangsang folikel rambut sehingga bulu yang tumbuh kembali menjadi lebih tebal, kasar, dan jumlahnya lebih banyak.
Ini karena pencabutan bulu secara paksa dapat memicu reaksi inflamasi pada kulit dan folikel rambut.
Oleh karenanya, mitos yang mengatakan bahwa mencabuti bulu ketiak menyebabkan bulu tumbuh lebih lebat adalah benar dalam konteks ini.
Secara keseluruhan, mencabut bulu ketiak bisa menyebabkan kulit iritasi, hiperpigmentasi, folikulitis, bulu tumbuh ke dalam, dan pertumbuhan bulu yang lebih lebat, sehingga tidak dianjurkan dilakukan secara rutin terutama pada area sensitif seperti ketiak.
Berita Terkait
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Arti Warna 4 Level Nutrisi Minuman Tinggi Gula, Garam, dan Lemak: Ini Cara Bacanya!
-
Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bobby Nasution Mediasi Masalah Lahan SMAN 5 Pematangsiantar
-
Polda Sumut Lakukan OTT di Dinas Kominfo Tebing Tinggi, Sejumlah Orang Diamankan
-
Akses Kota Siantar Akan Ditutup Sementara, Arus Lalin Dialihkan
-
Kebakaran Rumah di Paluta Berujung Duka Mendalam, Bocah 4 Tahun Tewas
-
Viral Napi Korupsi Bisa Mampir ke Coffee Shop, Karutan Akui Adanya Pelanggaran SOP