Tahun 2024, Kementerian ESDM mengungkap Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 3.686 GW dan baru dimanfaatkan sekitar 13 GW (0,3%). Kemudian, perlu adanya inovasi teknologi dan efisiensi energi, seperti penyimpanan energi (battery storage), smart grid, dan elektrifikasi transportasi. Begitupun industri energi hijau domestik juga mesti dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan impor teknologi.
Berbicara transisi energi bersih tidak bisa lepas dari aspek keadilan agar manfaat transisi energi dirasakan secara luas. Tiga hal yang harus dipastikan adalah, pertama, skema pendanaan yang inklusif, seperti dana transisi hijau yang mendukung komunitas lokal dan UMKM dalam mengembangkan solusi energi bersih.
Kementerian Keuangan pada 2024 menyatakan, lewat skema Green Sukuk telah mengalokasikan lebih dari USD 5,8 miliar sejak 2018 untuk proyek energi terbarukan dan efisiensi energi. Kedua, kebijakan tarif progresif, yang melindungi kelompok berpenghasilan rendah dari beban biaya energi. Ketiga, pemberdayaan masyarakat lokal melalui kepemilikan komunitas atas proyek energi terbarukan (community-based renewable energy).
Harus dipahami bahwa transisi energi berkeadilan menuntut tata kelola yang transparan dan kolaboratif. Pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil harus bekerja bersama untuk membangun kerangka kebijakan dan regulasi yang mendukung investasi hijau.
Hal lainnya, mendorong kemitraan publik-swasta yang menjamin akuntabilitas sosial dan lingkungan serta memastikan pemantauan dan evaluasi berbasis data terbuka, agar masyarakat dapat mengawasi jalannya transisi.
Transisi energi bukan semata proyek teknologi, melainkan proyek kemanusiaan dan keadilan. Dengan strategi yang berpijak pada keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, Indonesia dapat melangkah menuju masa depan energi bersih yang tidak hanya efisien, tetapi juga adil bagi semua. Amin YRA.
Panut Hadisiswoyo
Direktur Yayasan Keadilan Hijau Indonesia/Green Justice Indonesia
Berita Terkait
-
Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
-
Rangkap Jabatan, Bahlil Pimpin Koordinasi Hilirisasi dan Transisi Energi
-
Bahlil Duduki Dua Kursi Menteri Strategis, Apa Yang Terjadi?
-
Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila
-
RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Air Rumah Keruh? Ini 4 Cara Ampuh Bikin Jernih Lagi
-
5 Kulit Buah yang Bisa Dimakan dan Kaya Nutrisi, Apa Saja?
-
Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026
-
Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit
-
Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya