- Motor bekas dapat menyembunyikan kerusakan akibat kecelakaan.
- Inspeksi rangka dapat mengungkap bekas pengelasan.
- Periksa dokumen untuk memastikan nomor rangka dan mesin cocok sebelum membeli.
Amati Keaslian Rangka
Cat ulang pada rangka: Rangka motor (biasanya berwarna hitam atau perak) seharusnya memiliki lapisan cat pabrik yang konsisten. Carilah tanda-tanda pengecatan ulang, pengamplasan, atau dempulan, terutama di area sambungan mesin dan kepala motor.
Bekas Pengelasan: Ini adalah indikator bahaya tertinggi. Periksa sambungan las (welding) di sekitar tiang utama dan area mesin. Sambungan las yang terlihat kasar, tidak rapi, atau berbeda dari sambungan las pabrik menunjukkan bahwa rangka motor pernah dipotong, diluruskan, atau disambung kembali akibat kecelakaan fatal.
Uji Kelurusan Rangka
Tes Mata: Berdiri di belakang motor dan sejajarkan pandangan Anda dengan roda belakang dan roda depan. Kedua roda harus terlihat lurus sempurna dan berada dalam satu garis lurus. Jika roda depan terlihat sedikit miring ke samping, rangka bisa jadi bengkok.
Cek mesin mounting: Periksa titik-titik baut tempat mesin menempel pada rangka. Retakan di sekitar area mounting bisa terjadi jika mesin menerima dampak keras dari samping.
3. Uji Jalan dan Performa
Inspeksi visual tidak lengkap tanpa mengendarai motor tersebut. Uji jalan akan mengungkapkan masalah yang tidak terlihat saat motor diam.
Keseimbangan dan Kemudi
Menarik ke satu sisi: Saat Anda melepas stang (secara singkat dan aman) di jalan lurus yang rata, motor seharusnya melaju lurus. Jika motor secara konsisten menarik atau belok ke satu sisi, ini adalah tanda jelas bahwa roda tidak sejajar, yang hampir pasti disebabkan oleh rangka atau garpu yang bengkok.
Kemudi berat/kaku: Saat berbelok, stang seharusnya terasa ringan dan responsif. Jika terasa berat, kaku, atau sulit digerakkan, bisa jadi ada masalah pada bearing komstir yang rusak akibat benturan.
Pengereman
Pengereman tidak seimbang: Tekan rem depan dan belakang secara bergantian. Pastikan motor mengerem secara lurus. Jika pengereman menyebabkan motor bergeser ke satu sisi, ini mengindikasikan masalah pada kaliper, piringan cakram yang bengkok, atau as roda yang tidak lurus.
4. Pemeriksaan Dokumen dan Riwayat
Jangan abaikan aspek legal dan riwayat servis.
Berita Terkait
-
Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas
-
Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian
-
Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta
-
7 Komponen Wajib yang Harus Langsung Diganti setelah Beli Motor Bekas, Bodi Mulus Belum Tentu Aman
-
Daftar Harga Motor Bekas yang Tetap Stabil Dipasaran
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
Terkini
-
Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran
-
Gandeng Kodam I/Bukit Barisan, 120 PNS Imigrasi Sumut Gelar Kesamaptaan
-
Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober
-
Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan
-
BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028