Andi Ahmad S
Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:28 WIB
Ilustrasi: Mati lampu di Sumatera. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • PLN UID Sumatera Utara melakukan investigasi menyeluruh atas gangguan sistemik yang memadamkan listrik di empat provinsi pada Jumat, 22 Mei 2026.
  • Gangguan transmisi 275 kV jalur Rumai–Muaro Bungo memicu kegagalan sistem kelistrikan Sumbagut yang menyebabkan padam massal di wilayah Sumatera.
  • PLN menerapkan prosedur Black Start secara bertahap untuk memulihkan stabilitas jaringan listrik pasca-insiden pemadaman total di wilayah terdampak.

SuaraSumut.id - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh menyusul insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada Jumat (22/5/2026).

Gangguan sistemik yang terjadi sejak pukul 18.44 WIB ini melumpuhkan aktivitas warga di tengah waktu puncak (prime time).

Manager Komunikasi PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menegaskan bahwa tim teknis terbaik telah dikerahkan ke titik-titik krusial guna menelusuri akar masalah dalam jaringan interkoneksi Sumatera.

"Saat ini tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri penyebab gangguan yang terjadi," ujar Darma Saputra, dalam pesan yang diterima SuaraSumut, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan informasi teknis sementara, krisis energi ini bermula dari terpisahnya sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dengan Sumatera Bagian Tengah.
Pemisahan sistem ini berdampak pada kegagalan pasokan daya secara total di wilayah utara.

Titik gangguan terdeteksi pada jaringan transmisi 275 kV di jalur Rumai–Muaro Bungo. Dampak dari gangguan transmisi tegangan tinggi ini sangat luas, mencakup empat provinsi utama yakni:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau

Penting bagi masyarakat kata dia untuk memahami bahwa insiden ini dikategorikan sebagai Blackout Sistem, yang secara teknis berbeda jauh dengan pemadaman listrik lokal biasa.

Pemadaman Lokal yakni biasanya hanya disebabkan oleh kerusakan komponen kecil seperti trafo meledak atau kabel distribusi yang putus di lingkungan tertentu.

Sementara untuk Blackout merupakan kegagalan total pada satu sistem jaringan luas. Kondisi ini dipicu oleh ketidakseimbangan beban, gangguan pada transmisi utama (seperti jalur 275 kV), atau berhentinya operasional pembangkit besar secara mendadak.

Baca Juga: Jaringan Telkomsel di Sumatera Terganggu Akibat Blackout, Perusahaan Maksimalkan Catu Daya Cadangan

Dia menambahkan, karena jaringan listrik saling terhubung, sistem proteksi otomatis akan bekerja memutus aliran (trip) guna mencegah kerusakan perangkat pembangkit yang lebih parah. Hal inilah yang menyebabkan listrik padam serentak di wilayah yang sangat luas.

Pemulihan pasca-blackout tidak bisa dilakukan secara instan. PLN harus menjalankan prosedur "Black Start", yaitu menghidupkan pembangkit-pembangkit kecil sebagai pemantik, sebelum akhirnya menyingkronkan kembali sistem utama secara bertahap.

Langkah ini memerlukan ketelitian tinggi guna menjaga stabilitas frekuensi listrik agar tidak terjadi kegagalan sistem ulang (re-blackout). Indonesia pernah mencatat sejarah serupa pada insiden Blackout Jawa-Bali 2019 yang membutuhkan waktu pemulihan hingga beberapa jam.

Pihak PLN memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami jutaan pelanggan di Sumatera Utara dan sekitarnya. PLN berkomitmen untuk memberikan transparansi informasi terkait progres pemulihan secara berkala.

"Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi melalui aplikasi PLN Mobile dan tetap berhati-hati dalam menggunakan alat penerangan alternatif selama proses penormalan berlangsung," pungkasnya.

Load More