- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menolak menandatangani proyek janggal senilai Rp484 miliar yang diajukan pihak OPD Pemprov Sumut.
- Bobby menegaskan penolakan dilakukan karena dokumen proyek tersebut tidak melalui proses pemaparan terbuka dan terindikasi adanya praktik mark up.
- Kebijakan ini menjadi peringatan bagi OPD agar memastikan seluruh pengajuan proyek anggaran dilakukan secara transparan demi kepentingan masyarakat.
SuaraSumut.id - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menolak menandatangani sejumlah pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut yang dinilai tidak masuk akal dan terkesan di-mark up.
Bobby mengaku sejak dirinya dinyatakan menang di Pilgub Sumut oleh KPU, banyak pihak mulai mendekat dan mencoba meloloskan berbagai proyek dengan meminta persetujuan.
Namun, sejumlah pengajuan proyek itu justru membuatnya geram karena dokumen proyek disebut tiba-tiba sudah berada di mejanya untuk diteken tanpa pernah dipaparkan secara terbuka.
"Ada yang datang ngucapin selamat, habis itu minta tanda tangan. Saya bilang, ini proyek apa?. Kok tiba-tiba sudah ada di meja saya," kata Bobby, melansir Antara, Jumat, 22 Mei 2026.
Salah satu yang disorot Bobby adalah proyek pembangunan fisik suatu gedung di Sumatera Utara dengan nilai anggaran mencapai Rp484 miliar.
Menurut Bobby, proyek tersebut tidak pernah dipresentasikan secara detail, baik soal konsep pembangunan maupun rincian anggarannya.
"Gedungnya enggak pernah dipaparkan, enggak pernah diekspos, tiba-tiba minta diteken. Nilainya sampai ratusan miliar. Saya tolak," ujar Bobby.
Bobby menjelaskan bahwa ia tidak ingin asal dalam menyetujui suatu proyek tanpa kajian yang jelas, terlebih jika anggarannya terkesan dimahalkan.
Pihaknya akan lebih ketat dalam memeriksa seluruh pengajuan proyek dari OPD di lingkungan Pemprov Sumut agar tidak ada praktik pemborosan anggaran maupun permainan proyek.
Baca Juga: Jembatan di Bandar Tarutung Tapsel Amblas Dihantam Banjir
"Saya nggak mau tanda tangan kalau prosesnya enggak jelas. Semua harus transparan, dan masuk akal," ucap Bobby.
Hal ini menjadi sinyal keras bagi seluruh OPD setempat agar tidak lagi mengajukan proyek yang dinilai janggal atau mengandalkan kedekatan politik demi mendapatkan persetujuan anggaran.
"Setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah," kata Bobby.
Berita Terkait
-
Wawalkot Zakiyuddin Pamerkan Gedung Warenhuis yang Direvitalisasi Era Bobby Nasution ke Raffi Ahmad
-
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun
-
Audiensi dengan Gubernur Bobby Nasution, Imigrasi Bahas Penanganan Pengungsi hingga Pengelolaan Aset
-
Gubernur Bobby Nasution Minta PSMS Medan Promosi ke Liga 1, Jika Gagal Pemprov Ambil Alih
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar
-
Bobby Nasution soal Ijazah SMA Girban: Sekalian Aja Permasalahkan Gelar Sarjananya
-
Nasabah BRI Private & Prioritas Silakan Nonton di The Premiere XXI Pakai Promo Beli 1 Dapat 2 Tiket
-
Nikmati Free MCU dan Special Offers Privilege Prodia Bagi Nasabah BRI Private serta BRI Prioritas
-
Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG