- Banjir melanda Desa Bandar Tarutung, Tapanuli Selatan, pada Kamis, 21 Mei 2026, menyebabkan kerusakan jembatan dan permukiman warga.
- Hujan deras mengakibatkan Sungai Batang Toru meluap dan menghancurkan jembatan darurat serta menutup jalan dengan tumpukan lumpur tebal.
- Pihak desa mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi sedimentasi Sungai Batang Toru untuk mencegah banjir yang terus berulang.
SuaraSumut.id - Banjir yang melanda Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, mulai surut.
Namun, bencana itu meninggalkan jejak, yaitu kerusakan infrastruktur dan tumpukan lumpur di sejumlah titik permukiman warga.
Satu unit jembatan darurat di Kampung Cemara, Desa Bandar Tarutung, dilaporkan amblas diterjang banjir pada Kamis, 21 Mei 2026.
Jembatan sepanjang sekitar tujuh meter dengan lebar lima meter itu diketahui dibangun secara swadaya oleh masyarakat pascabanjir bandang pada 25 November 2025.
Kepala Desa Bandar Tarutung mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah untuk membersihkan material lumpur.
“Jembatan darurat di Kampung Cemara amblas dihantam air bah akibat hujan deras yang melanda wilayah ini,” katanya, melansir Antara, Jumat, 22 Mei 2026.
Akses menuju Desa Bandar Tarutung saat ini masih mengalami kendala karena sejumlah ruas jalan utama tertutup lumpur dengan ketebalan cukup tinggi.
“Selain jembatan putus di Cemara, lumpur yang menutupi ruas jalan lumayan tebal, ada yang mencapai satu meter seperti di Kampung Malako,” ujarnya.
Menurut Sulhan, Desa Bandar Tarutung kini menjadi kawasan yang rawan banjir sejak terjadinya banjir bandang beberapa bulan lalu.
Tingginya sedimentasi di bantaran Sungai Batang Toru disebut menjadi salah satu penyebab utama sungai mudah meluap saat hujan turun.
“Jangankan berjam-jam, sebentar saja turun hujan lebat, permukaan Sungai Batang Toru cepat naik lalu meluap dan merendam permukiman warga,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi semakin parah setelah tanggul Sungai Batang Toru yang mengarah ke permukiman warga jebol dan membentuk aliran baru menyerupai anak sungai dengan lebar lebih dari 50 meter.
Pihak desa berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sedimentasi Sungai Batang Toru guna mencegah banjir terus berulang dan mengancam keselamatan warga.
Berita Terkait
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Trik Rahasia Cek Motor Bekas Korban Banjir sebelum Deal: Ini 5 Opsi yang Murah
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Jadi Industri Berdaya Saing
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Remaja Pemilik Akun Geng Motor di Medan Diamankan, Polisi Sita Celurit
-
Enam Penghargaan Internasional Diraih BRI Group, Kinerja hingga Transformasi Jadi Sorotan
-
Transaksi Qlola Capai Rp8.799 Triliun, BRI Perkenalkan Tampilan Baru
-
Imigrasi Sumut Tingkatkan Pengawasan Sampai ke Desa, Pimpasa Jadi Garda Pencegahan TPPO dan TPPM
-
Kejar-kejaran Bak Film Action, Polisi Gagalkan Pengiriman 93 Kg Ganja di Medan