- Operasi Zebra 2025 berlangsung nasional pada 18–30 November 2025.
- Operasi ini fokus menertibkan delapan pelanggaran utama lalu lintas.
- Pengendara diminta mematuhi aturan untuk mencegah penindakan.
SuaraSumut.id - Operasi Zebra 2025 mulai digelar hari ini, Senin, 18 November 2025. Operasi yang digelar di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera Utara (Sumut), bakal berlangsung hingga 30 November 2025.
Operasi Zebra bertujuan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Selama operasi digelar, masyarakat diimbau untuk mentaati aturan berkendara untuk menghindari pelanggaran yang berujung pada penindakan atau tilang.
Ada delapan jenis pelanggaran utama dalam Operasi Zebra 2025, yaitu:
- Tidak menggunakan sabuk keselamatan
- Tidak memakai helm SNI
- Melanggar rambu atau marka jalan
- Melanggar lampu APILL
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan
- Balap liar
- Pelanggaran tata cara pemuatan angkutan barang
Tips Aman agar Terhindar Dari Tilang Selama Operasi Zebra 2025
1. Gunakan Perlengkapan Keselamatan dengan Benar
Penerapan keselamatan dimulai dari hal yang paling mendasar, perlengkapan wajib. Pengendara sepeda motor diwajibkan memakai helm berstandar SNI yang terpasang dengan benar.
Helm bukan sekadar atribut, tetapi perangkat vital yang terbukti menurunkan risiko fatalitas pada kecelakaan.
Sementara itu, pengemudi mobil harus mengenakan sabuk keselamatan sebelum kendaraan mulai bergerak. Penggunaan seatbelt bukan hanya formalitas, melainkan langkah krusial untuk mengurangi cedera akibat benturan.
Perhatikan juga kondisi komponen kendaraan. Pastikan spion terpasang sempurna, lampu utama dan lampu sein berfungsi normal, serta pelat nomor sesuai ketentuan. Perlengkapan tersebut menjadi elemen pemeriksaan utama petugas selama operasi berlangsung dan tidak boleh diabaikan.
2. Patuhi Rambu Lalu Lintas dan dan Marka Jalan
Ketaatan pada rambu lalu lintas dan marka jalan sering dianggap sederhana, namun pelanggaran terhadap aturan ini justru mendominasi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Pelanggaran seperti menerobos lampu merah, berkendara melawan arus, atau tidak mengikuti marka jalan merupakan tindakan berisiko tinggi dan menjadi fokus penindakan petugas.
Selain menghindari sanksi, mematuhi rambu juga membantu menjaga arus kendaraan tetap tertib dan aman bagi seluruh pengguna jalan. Membudayakan disiplin saat berkendara adalah langkah kecil yang berdampak besar terhadap keselamatan bersama.
3. Jangan Gunakan Ponsel Saat Berkendara
Tag
Berita Terkait
-
Pasangan Suami Istri Meninggal Dunia Akibat Terlindas Truk di Flyover Kranji Bekasi
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
-
Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Jadi Industri Berdaya Saing
-
Viral Satpol PP Jadi Maling Rokok saat Razia di Pasar Kabupaten Aceh Utara
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Cara Ampuh Membersihkan Keran Kamar Mandi Agar Kinclong, Cuma Pakai Bahan Ini
-
Gempa NTT Rusak RSUD Manggarai, BNPB Siapkan Rumah Sakit Lapangan