- PT KAI Divre I Sumut mempercepat distribusi BBM seperti Pertalite dan Solar akibat hambatan cuaca ekstrem di Sumatera Utara.
- KAI menambah layanan angkutan BBM dari dua menjadi empat perjalanan harian sejak 28 November 2025 untuk stabilisasi energi.
- Volume angkutan meningkat dari rata-rata 1.428 KL menjadi 1.632 KL per hari melalui relasi Labuan-Siantar dan Labuan-Kisaran.
SuaraSumut.id - PT KAI Divre I Sumut mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terhambat di wilayah Sumatera Utara (Sumut), akibat cuaca ekstrem.
"Upaya ini dilakukan untuk mendukung stabilisasi kebutuhan energi masyarakat maupun industri di Sumut. Adapun jenis BBM yang diangkut melalui layanan angkutan kereta api di Sumut meliputi Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax," kata Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara M As’ad Habibuddin, melansir Antara, Minggu 7 Desember 2025.
Pola operasi angkutan BBM mengalami penyesuaian signifikan pascacuaca ekstrem tersebut.
"KAI menambah perjalanan angkutan BBM dari 2 perjalanan per hari menjadi 4 perjalanan per hari guna mengakomodir peningkatan permintaan dari Pertamina," ujarnya.
Penambahan perjalanan itu mulai diberlakukan pada 28 November 2025 hingga saat ini. Sebelumnya, pada 24–27 November, pasokan stok BBM dari Pertamina ke wilayah Sumatera Utara terkendala akibat cuaca buruk di laut, yang menyebabkan penundaan kedatangan kapal tanker sehingga berimbas pada ketersediaan stok di Siantar maupun Kisaran.
Dirinya mengatakan volume BBM yang diangkut melalui kereta api juga meningkat. KAI mencatat rata-rata angkutan sebelum cuaca buruk sebanyak 42 gerbong ketel atau sekitar 1.428 KL per hari, dan naik menjadi 48 gerbong ketel atau sekitar 1.632 KL per hari setelah intensifikasi distribusi dilakukan, ujar dia.
Distribusi BBM melalui kereta api saat ini melayani dua relasi utama, yaitu Labuan-Siantar dan Labuan-Kisaran. Dalam satu rangkaian kereta api, terdiri dari 21 gerbong ketel untuk memastikan kapasitas angkut optimal.
Di sisi keselamatan, KAI menegaskan bahwa operasi angkutan barang, khususnya BBM, tetap mengedepankan prosedur keamanan dan keandalan perjalanan meski dalam kondisi cuaca ekstrem.
"Seluruh sarana dipastikan dalam kondisi baik, laik operasi, dan dipantau ketat untuk menjamin perjalanan berlangsung aman dan lancar,” katanya.
Selain itu, KAI tetap berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk menyesuaikan pola distribusi BBM dengan kebutuhan pasar. Komunikasi yang dilakukan meliputi evaluasi ketersediaan stok di Labuan, permintaan di lapangan, serta kecukupan sarana angkutan via kereta api.
Berita Terkait
-
Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada
-
Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali
-
Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN
-
Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan
-
Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC