Andi Ahmad S
Senin, 15 Juni 2026 | 18:33 WIB
DPRD Sumut menemui massa aksi mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa. [M Aribowo/Suara]
Baca 10 detik
  • Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di DPRD Sumut pada Senin, 15 Juni 2026 untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
  • Ketua DPRD Sumut menerima sembilan tuntutan mahasiswa, terutama mengenai evaluasi kebijakan harga BBM serta Program Makan Bergizi.
  • Mahasiswa mendesak pemerintah menindaklanjuti tuntutan tersebut demi memperbaiki ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak kenaikan biaya operasional.

SuaraSumut.id - Tuntutan ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa, akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Sumut, Senin 15 Juni 2026 sore.

Ketua BEM USU, Angga Almaris Harahap, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian berbagai keresahan masyarakat yang selama ini dirasakan di berbagai sektor.

Menurutnya, mahasiswa hadir membawa aspirasi rakyat dan meminta DPRD Sumut meneruskannya kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Kami sudah diterima langsung oleh Ketua DPRD Sumut (Erni Ariyanti Sitorus). Setelah ini, mahasiswa akan terus mengawasi apakah tuntutan-tuntutan tersebut benar-benar ditindaklanjuti atau tidak," katanya usai menggelar unjuk rasa.

Dari sembilan tuntutan yang diajukan, Angga menilai terdapat dua poin yang paling krusial, yakni evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online dan berbagai komunitas masyarakat lainnya.

"Kami melihat kenaikan BBM memberikan dampak yang cukup besar kepada masyarakat. Banyak kelompok masyarakat yang terdampak, termasuk pengemudi ojek online yang penghasilannya semakin tertekan akibat kenaikan biaya operasional," ujarnya.

Angga menilai kebijakan terkait BBM hingga saat ini belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan tersebut agar harga BBM dapat lebih terjangkau.

Selain itu, BEM USU juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Angga, program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai belum berjalan sesuai harapan.

Baca Juga: Demo di DPRD Sumut, Mahasiswa Blokir Jalan: Kebijakan Prabowo-Gibran Menyengsarakan Rakyat

"Kami sepakat bahwa program MBG harus dihapus dan diganti dengan program perbaikan gizi yang lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran bagi anak-anak yang mengalami stunting," tegasnya.

Melalui aksi tersebut, BEM USU berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi masyarakat dan segera mengambil langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Usai aspirasinya diterima oleh DPRD Sumut, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Kontributor: M Aribowo

Load More