- Kajari Medan, Ridwan Sujana Angsar, menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan jika dipanggil KPK terkait tuduhan dugaan kasus pemerasan.
- Ridwan membantah tuduhan pemerasan terhadap kontraktor di Kupang dan menegaskan bahwa laporan tersebut merupakan sebuah bentuk fitnah.
- Kejaksaan Agung sedang mendalami laporan dugaan pemerasan yang melibatkan Ridwan saat masih menjabat di wilayah Nusa Tenggara Timur.
SuaraSumut.id - Kajari Medan, Ridwan Sujana Angsar, menegaskan kesiapannya apabila dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun lembaga penegak hukum lainnya terkait dugaan pemerasan yang menyeret namanya.
Ridwan menilai tuduhan yang beredar saat ini merupakan fitnah dan meminta semua pihak mengikuti perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.
"Itu kan jelas fitnah. Ikutilah perkembangan. Ketika kita menarasikan sesuatu yang salah, itu bahaya," kata Ridwan, usai konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu 10 Juni 2026.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dipanggil KPK, Ridwan menegaskan dirinya siap memberikan keterangan kapan pun dibutuhkan.
"Siap lah. Jangan (KPK) dipanggil Tuhan pun juga siap," ujarnya berlalu.
Sebelumnya, nama Ridwan Sujana Angsar menjadi sorotan setelah diperiksa oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung terkait dugaan pemerasan terhadap kontraktor asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Hironimus Sonbay alias Roni.
Kasus tersebut juga menyeret nama Koordinator Pidana Umum (Pidum) Kejati NTT, Noven Verderikus Bulan. Dugaan pemerasan itu telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung dan Komisi III DPR RI.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan peristiwa tersebut terjadi ketika Ridwan masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kupang sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT dan saat ini menjabat sebagai Kajari Medan.
Hingga kini, Kejaksaan Agung masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang telah disampaikan. Belum ada keputusan ataupun kesimpulan resmi terkait dugaan pemerasan tersebut.
Baca Juga: Transaksi Pakai Bitcoin, Jaringan Vape Narkoba 'Labubu' Asal Singapura Digulung di Medan
Kontributor: M Aribowo
Berita Terkait
-
Transaksi Pakai Bitcoin, Jaringan Vape Narkoba 'Labubu' Asal Singapura Digulung di Medan
-
Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut
-
Lantik 17 Pejabat Fungsional-3 PNS, Kakanwil Imigrasi Sumut Sampaikan Pesan Penting
-
Pasutri Pengedar Sabu di Medan Ditangkap, Uang-Perhiasan Senilai Rp 500 Juta Disita
-
Dorong Investasi, Imigrasi Sumut Hadirkan ULTIMA di KEK Sei Mangkei
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Dipanggil KPK Terkait Dugaan Pemerasan, Kajari Medan: Dipanggil Tuhan Pun Siap
-
Transaksi Pakai Bitcoin, Jaringan Vape Narkoba 'Labubu' Asal Singapura Digulung di Medan
-
Pertamax Tembus Rp16.250 Per Liter! Warga Mengeluh, Driver Ojol di Medan Migrasi ke Pertalite
-
Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut
-
Kereta Laga Kambing di Deli Serdang, 1 Orang Tewas