- Polrestabes Medan membongkar produksi vape narkotika yang dikendalikan warga negara Singapura berinisial T.M. dan rekannya M.W.Q.
- Pelaku memproduksi barang terlarang di kos mewah Jalan Flores sejak 2025 dengan sistem keamanan akses yang ketat.
- Jaringan ini menggunakan transaksi mata uang kripto untuk mengedarkan produk narkotika dengan estimasi keuntungan mencapai Rp10 miliar.
SuaraSumut.id - Polisi membongkar praktik home industri vape mengandung narkotika yang diduga dikendalikan oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura di Medan.
Modus yang digunakan terbilang rapi dan canggih, mulai dari perekrutan warga lokal melalui aplikasi kencan hingga transaksi menggunakan mata uang kripto.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, kasus ini bermula dari hubungan antara seorang WNA berinisial T.M. dengan seorang perempuan warga Indonesia berinisial M.W.Q. Keduanya diketahui berkenalan melalui aplikasi dating dan menjalin hubungan asmara sejak 2025.
“WNA ini dikenalnya melalui aplikasi dating. Awalnya hanya hubungan pertemanan hingga akhirnya berkembang menjadi hubungan pribadi,” ujarnya saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Rabu 10 Juni 2026.
Menurut Calvijn, dari hubungan tersebut muncul dugaan bisnis ilegal berupa peredaran vape mengandung narkotika. T.M. disebut telah mengenalkan barang tersebut kepada M.W.Q. hingga akhirnya keduanya diduga bekerja sama mengedarkannya di Indonesia.
Pengungkapan kasus ini tidak berjalan mudah. Polisi harus menembus sistem keamanan ketat sebuah kos mewah di Jalan Flores Nomor 2, Medan, yang dijadikan lokasi produksi sekaligus penyimpanan barang.
“Untuk masuk ke lokasi itu ada tiga lapis akses keamanan. Mulai dari face recognition, jaringan komunikasi yang sengaja dibuat sulit diakses, hingga fingerprint untuk menuju kamar. Sangat sulit ditembus,” kata Calvijn.
Meski demikian, petugas akhirnya berhasil mengamankan M.W.Q di kamar kos yang biaya sewanya mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi dan mengemas vape narkotika.
Barang bukti yang disita antara lain delapan botol vape liquid, 862 tabung cartridge, 18 botol kosong vape, 914 tutup cartridge, serta 10.611 kemasan vape bermerek “Labubu”.
Baca Juga: Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut
“Branding produk ini dibuat sendiri oleh mereka. Seluruh bahan baku juga disuplai langsung oleh T.M.,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, polisi juga menemukan berankas, koper, dan berbagai perlengkapan produksi yang menguatkan dugaan adanya aktivitas home industri vape narkotika di lokasi tersebut.
Setelah menangkap M.W.Q., petugas langsung melakukan pengembangan dan memburu T.M. yang diketahui berada di salah satu hotel mewah di Kota Medan. Saat itu, T.M. diduga hendak memasok kembali bahan baku untuk produksi berikutnya.
Meski dua pelaku telah diamankan, polisi masih memburu satu tersangka lain yang telah masuk dalam daftar pencarian. Pelaku tersebut diketahui berinisial R dan diduga memiliki peran penting dalam jaringan tersebut.
Transaksi Pakai Bitcoin
Sementara, Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafly Yusuf Nugraha menjalankan bisnis haramnya, para pelaku juga memanfaatkan teknologi keuangan digital untuk menyamarkan aliran dana. Mereka tidak menggunakan transfer bank konvensional, melainkan transaksi melalui aset kripto, termasuk Bitcoin.
Tag
Berita Terkait
-
Pecah Rekor! Menteri Hukum dan Bobby Nasution Resmikan 6.110 Posbankum di Sumut
-
Lantik 17 Pejabat Fungsional-3 PNS, Kakanwil Imigrasi Sumut Sampaikan Pesan Penting
-
Pasutri Pengedar Sabu di Medan Ditangkap, Uang-Perhiasan Senilai Rp 500 Juta Disita
-
Dorong Investasi, Imigrasi Sumut Hadirkan ULTIMA di KEK Sei Mangkei
-
Benarkah Harga Minyakita Masih Rp15.700 per Liter di Sumut?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC
-
Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit
-
2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita