- Rombongan relawan pengantar air bersih korban banjir di Aceh Timur mengalami kecelakaan pada Minggu sore, 7 Desember 2025.
- Peristiwa di Pantee Bidari menyebabkan dua relawan meninggal dunia dan lima lainnya menderita luka berat.
- Penyebab kecelakaan diduga kuat karena rem kendaraan mengalami gagal fungsi atau rem blong saat menurun.
SuaraSumut.id - Kecelakaan tragis menimpa rombongan relawan yang sedang mengantarkan bantuan air bersih untuk para korban banjir di Kabupaten Aceh Timur.
Peristiwa terjadi di Buket Rinyen Kameng, Gampong Pantee Labu, Kecamatan Pantee Bidari, Minggu 7 Desember 2025 sore.
Kecelakaan menyebabkan dua relawan meninggal dunia serta lima orang lainnya mengalami luka berat. Menurut Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, kecelakaan diduga akibat rem kendaraan yang tidak berfungsi.
"Kecelakaan diduga akibat rem tidak berfungsi atau blong. Kecelakaan menyebabkan dua meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka," katanya melansir Antara, Senin 8 Desember 2025.
Dua korban meninggal adalah Rizwan (38) dan Dian (30), warga Gampong Beurandang, Kecamatan Nurussalam.
Sedangkan lima korban lainnya yang mengalami luka berat, yakni Abdullah (43), Maksudi (59), Zainadi (47), Bakri Umar (21), Jamaluddin (22). warga Nurussalam.
Para korban merupakan rombongan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur Musaitir yang mengantarkan bantuan air bersih kepada masyarakat korban banjir.
Kecelakaan berawal mobil barang bak terbuka membawa dua tandon berisi air bersih serta bantuan makanan.
Saat mobil dikemudikan Bakri melaju pada jalan turunan mengalami gagal fungsi pengereman atau rem blong.
Akibatnya, pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraannya, sehingga terperosok ke parit selokan sebelah kiri.
"Korban luka berat dievakuasi ke RSUD Zubir Mahmud di Idi," jelasnya.
Kapolres mengimbau para relawan dan warga yang mengantar bantuan kemanusiaan untuk korban banjir tetap mengutamakan keselamatan di perjalanan, mengingat kondisi jalan yang masih rawan dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
"Kami juga berharap para relawan tetap mematuhi aturan lalu lintas, tidak memaksakan perjalanan saat kondisi lelah, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum berangkat membawa bantuan," katanya.
Berita Terkait
-
31 Perlintasan Liar Ditutup, Namun Kecelakaan Kereta di Daop 1 Jakarta Tetap Meningkat
-
Mobil Boks di Bekasi Terobos Lampu Merah Hingga Tabrak 5 Motor, Satu Pemotor Tewas
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Truk Tabrak Halte Tebet Eco Park hingga Atap Rusak, Transjakarta Pastikan Tetap Beroperasi
-
Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Kisah Pilu Ibu di Medan Viral: Jaga Anak Sakit di RS, Rumah Malah Dibobol Maling
-
2 Penadah Emas Batangan Curian Rp160 Juta di Siantar Ditangkap
-
7 Komplotan Begal di Medan Ditangkap: 25 Kali Beraksi, Bawa Sajam dan Pistol Mainan
-
Komplotan Pencuri Mobil Beraksi di 3 Provinsi Ditangkap, Diotaki Residivis Pecatan TNI
-
Pemburu Babi Pukuli Istri Pakai Martil di Simalungun hingga Tewas