- Seorang pria bernama Suparno (40) meninggal di Karo, Sumut, akibat luka tembak senapan angin di kepala dan dada.
- Tersangka berinisial S (33) menyerahkan diri pada Selasa, 16 Desember 2025, menggunakan senjata angin jenis gejluk.
- Korban meninggal dunia pada 21 Desember 2025 pukul 23.30 WIB setelah sempat dirawat di rumah sakit.
SuaraSumut.id - Seorang pria bernama Suparno (40) tewas ditembak senapan angin di Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Korban tewas setelah mengalami luka tembak di bagian kepala dan dadanya. Polisi pun menangkap pria berinisial S (33), setelah diduga melakukan penganiayaan berat yang berujung pada meninggalnya korban.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka S melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan satu pucuk senjata angin jenis gejluk. Korban ditembak sebanyak empat kali di bagian kepala dan satu kali di bagian dada,” kata Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Eriks, Minggu (21/12/2025).
Eriks mengatakan, korban sempat dilarikan dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Efarina. Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.30 WIB di rumah keluarga korban di Desa Batukarang.
Kasat Reskrim menambahkan, S seorang petani yang juga merupakan warga Desa Batukarang, menyerahkan diri ke Polsek Payung pada Selasa, 16 Desember 2025 sekitar pukul 23.30 WIB. Ia datang dengan didampingi pihak keluarga.
Setelah itu, petugas menjemput S dari Mako Polsek Payung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Hingga saat ini yang bersangkutan ditahan di Mapolres Tanah Karo. Terkait motif tersangka, unit penyidik masih mendalami pemeriksaan intensif dalam proses penyidikan," jelasnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban serta satu pucuk senjata angin jenis gejluk yang diduga digunakan oleh pelaku dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun
-
Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?
-
Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik
-
IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun
-
Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC