-
TNI bubarkan aksi bawa bendera bulan bintang secara persuasif.
Pengibaran simbol GAM dinilai bertentangan dengan hukum dan NKRI.
Senjata api ditemukan, satu orang diserahkan ke kepolisian.
SuaraSumut.id - Aksi massa yang membawa bendera bulan bintang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Lhokseumawe, Aceh, dibubarkan aparat TNI.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah terkait peristiwa yang terjadi pada Kamis (25/12/2025) hingga Jumat dini hari.
Freddy menegaskan, pembubaran aksi yang melibatkan pengibaran bendera bulan bintang GAM dilakukan karena simbol tersebut diidentikkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, dalam aksi tersebut juga ditemukan kepemilikan senjata api dan senjata tajam yang berpotensi mengganggu keamanan.
“TNI menegaskan bahwa pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku karena simbol tersebut diidentikkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI,” kata Freddy, Sabtu (27/12/2025).
Menurut Freddy, ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Pasal 106 dan 107 KUHP, Pasal 24 huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007.
Karena itu, penanganan aksi bermuatan bendera bulan bintang GAM dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum dan upaya menjaga stabilitas keamanan.
Peristiwa bermula saat sekelompok masyarakat berkumpul dan berkonvoi di Kota Lhokseumawe. Dalam aksi demo tersebut, sebagian massa mengibarkan bendera bulan bintang GAM serta menyampaikan teriakan yang dinilai berpotensi memancing reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum, khususnya di tengah upaya pemulihan Aceh pascabencana.
Setelah menerima laporan, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran langsung berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe. Personel Korem 011/Lilawangsa bersama Kodim 0103/Aceh Utara kemudian mendatangi lokasi aksi.
Aparat TNI–Polri disebut telah mengutamakan pendekatan persuasif dengan mengimbau massa agar menghentikan aksi dan menyerahkan bendera. Namun, karena imbauan tidak diindahkan, aparat melakukan pembubaran secara terukur dengan mengamankan bendera demi mencegah eskalasi situasi.
Dalam proses pemeriksaan, terjadi adu mulut antara aparat dan massa. Dari salah satu peserta aksi ditemukan satu pucuk senjata api jenis Colt M1911 beserta amunisi, magazine, serta senjata tajam jenis rencong. Yang bersangkutan kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum.
Koordinator aksi demo menyatakan insiden tersebut hanya selisih paham dan sepakat berdamai dengan aparat. TNI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diverifikasi.
“TNI menyayangkan beredarnya video/konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,” ujar Freddy.
Ke depan, TNI bersama pemerintah daerah dan aparat terkait akan terus mengedepankan dialog dan pendekatan humanis untuk menjaga stabilitas keamanan. Freddy menegaskan, penanganan isu bendera bulan bintang GAM tetap dilakukan dalam koridor hukum demi memastikan Aceh tetap aman dan damai dalam bingkai NKRI.
“TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Alwi Hasbi Silalahi: Pemko Medan Harus Total Beri Jaminan Keamanan di Rakernas Apeksi
-
Dandim Buka Suara soal Video Viral Dugaan TNI Curi 16 Lembu, Sebut Sengketa Sipil
-
Modus Pura-pura Check-in Hotel, Komplotan Curanmor Gasak Motor CRF di Parkiran
-
Pabrik Sepatu Yumeida di Deliserdang Ludes 80 Persen, Damkar 3 Kota Turun Tangan
-
Eks Aktivis Reformasi 98 Dukung Prabowo, Minta Koruptor MBG Dihukum Seumur Hidup