- Seorang petani bernama Hasan (63) hilang di Sungai DK-1 Aceh Timur setelah sampannya diserang buaya pada Sabtu, 3 Januari 2026 sore.
- Dua orang lainnya selamat tanpa cedera dari insiden serangan buaya tersebut, namun mengalami trauma akibat kejadian itu.
- BPBD Aceh Timur telah mengerahkan tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diterkam buaya di sungai.
SuaraSumut.id - Seorang petani bernama Hasan (63) dilaporkan hilang di sungai usai diserang buaya di kawasan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.
"Hasan dilaporkan hilang di sungai saat sampan ditumpanginya diserang buaya pada Sabtu, 3 Januari 2026 sekira pukul 16.00 WIB. Sedangkan dua orang lainnya selamat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah, melansir Antara, Senin, 5 Januari 2026.
Peristiwa berawal saat Hasan bersama Ali dan Umar yang juga anak dan keponakannya menaiki sampan di Sungai DK-1 Dusun Dataran Indah, Gampong Peunaron Baru, Kabupaten Aceh Timur.
Tiba-tiba sampan yang dinaiki diserang buaya dan sampan mereka terbalik. Ali bersama Umar selamat dan berhasil keluar dari sungai.
"Korban selamat dilaporkan tidak mengalami cedera. Namun, keduanya terasa trauma dan butuh istirahat setelah tercebur ke sungai dan berhasil menyelamatkan diri dari serangan buaya," ujar Afifullah.
Berdasarkan penuturan Ali yang juga anak korban, kata Afifullah, sempat melihat orang tuanya diterkam buaya. Bahkan, setelah diterkam Hasan ditenggelamkan ke dasar sungai.
Insiden tersebut dilaporkan kepada pihak kecamatan dan diteruskan ke BPBD Kabupaten Aceh Timur. Berdasarkan laporan tersebut, tim BPBD mengerahkan tim mencari korban
"Tim SAR dan Satgas BPBD masih mencari korban dengan menyisir sungai, baik di air maupun daratan. Tentunya semua berharap korban segera ditemukan," kata Afifullah.
Berita Terkait
-
Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah
-
Petani Transmigrasi Bangka Selatan Bidik Pasar SPPG, 107 Kg Sayuran Mulai Dipanen
-
Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintahan Prabowo Dorong Kesejahteraan Petani
-
FARMRISE Diluncurkan, Perluas Akses Digital bagi Petani Indonesia
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polisi Amankan Pemilik Akun TikTok Ritman Marbun, Diduga Hina Yesus Saat Live
-
Lagi Nunggu Pembeli, 2 Pemuda Jual Pod Getar di Medan Diciduk Polisi
-
Viral Aksi Kadus di Deli Serdang Berani Seorang Diri Bakar Lapak Judi-Narkoba, Ini Alasannya
-
Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
-
BRI Siapkan Buyback Rp1 Triliun, Ini Jadwal Pelaksanaannya