- Mendagri Tito Karnavian memastikan stok beras aman enam bulan bagi daerah bencana seperti Aceh dan Sumut.
- Pemerintah memberikan bantuan stimulan bagi rumah rusak, mulai Rp15 juta hingga hunian tetap bagi rumah rusak berat.
- Tantangan utama distribusi logistik serta pendataan cepat korban terdampak melalui peran aktif kepala desa.
SuaraSumut.id - Stok beras untuk daerah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, aman hingga enam bulan ke depan. Mendagri Tito Karnavian mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada Bulog terkait ketersediaan stok tersebut.
“Saya sendiri pernah mengecek langsung ke gudangnya Lhokseumawe, itu untuk Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara ada 28 ribu ton di sana. Cukup untuk sembilan bulan malah di sana,” kata Tito, melansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.
Namun demikian, kata Tito, tantangannya adalah bagaimana stok beras tersebut dapat didistribusikan ke daerah-daerah bencana, terutama wilayah yang sulit diakses.
Tito juga menyinggung bantuan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat.
Dirinya meminta kepala daerah segera menyiapkan data masyarakat terdampak sebagai acuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak. Misalnya, masyarakat dengan rumah rusak ringan akan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta.
Sementara itu, masyarakat yang rumahnya rusak berat, termasuk yang hilang, akan diganti oleh pemerintah berupa hunian tetap (huntap).
Pemerintah juga menyiapkan bantuan lain, seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) selama proses pembangunan huntap berlangsung.
Ia mengimbau kepala daerah agar memanfaatkan peran kepala desa atau keuchik dalam proses pendataan agar dapat berlangsung cepat.
Menurutnya, kepala desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi warganya, termasuk mereka yang terdampak bencana dan mengalami kerusakan rumah.
“Saya mohon dengan segala hormat, kalau ingin cepat, tolonglah bereskan datanya ini. Dan kita buat simpel,” kata Tito.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik
-
Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan
-
Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai
-
Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal
-
Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC