Suhardiman
Selasa, 06 Januari 2026 | 14:14 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian memastikan stok beras aman enam bulan bagi daerah bencana seperti Aceh dan Sumut.
  • Pemerintah memberikan bantuan stimulan bagi rumah rusak, mulai Rp15 juta hingga hunian tetap bagi rumah rusak berat.
  • Tantangan utama distribusi logistik serta pendataan cepat korban terdampak melalui peran aktif kepala desa.

SuaraSumut.id - Stok beras untuk daerah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, aman hingga enam bulan ke depan. Mendagri Tito Karnavian mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada Bulog terkait ketersediaan stok tersebut.

“Saya sendiri pernah mengecek langsung ke gudangnya Lhokseumawe, itu untuk Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara ada 28 ribu ton di sana. Cukup untuk sembilan bulan malah di sana,” kata Tito, melansir Antara, Selasa, 6 Januari 2026.

Namun demikian, kata Tito, tantangannya adalah bagaimana stok beras tersebut dapat didistribusikan ke daerah-daerah bencana, terutama wilayah yang sulit diakses.

Tito juga menyinggung bantuan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat.

Dirinya meminta kepala daerah segera menyiapkan data masyarakat terdampak sebagai acuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak. Misalnya, masyarakat dengan rumah rusak ringan akan diberikan bantuan sebesar Rp15 juta dan rusak sedang Rp30 juta.

Sementara itu, masyarakat yang rumahnya rusak berat, termasuk yang hilang, akan diganti oleh pemerintah berupa hunian tetap (huntap).

Pemerintah juga menyiapkan bantuan lain, seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) selama proses pembangunan huntap berlangsung.

Ia mengimbau kepala daerah agar memanfaatkan peran kepala desa atau keuchik dalam proses pendataan agar dapat berlangsung cepat.

Menurutnya, kepala desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi warganya, termasuk mereka yang terdampak bencana dan mengalami kerusakan rumah.

“Saya mohon dengan segala hormat, kalau ingin cepat, tolonglah bereskan datanya ini. Dan kita buat simpel,” kata Tito.

Load More