- Pola asuh yang tepat dapat mencegah anak mengembangkan sikap merendahkan melalui penanaman empati dan pemahaman sosial.
- Orang tua perlu menjadi teladan sikap sopan, konsisten mengajarkan tiga kata sakti, serta melatih empati anak secara aktif.
- Penting juga untuk menghormati pendapat anak serta melatih keterampilan mendengarkan sebagai fondasi karakter saling menghargai.
SuaraSumut.id - Mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati dan menghargai orang lain adalah investasi karakter jangka panjang.
Sikap merendahkan biasanya muncul karena kurangnya empati, teladan, dan pemahaman sosial sejak dini. Kabar baiknya, orang tua bisa mencegah hal tersebut dengan pola asuh yang tepat dan konsisten.
Berikut cara efektif mendidik anak agar tidak mudah merendahkan orang lain, yang bisa diterapkan sejak usia dini hingga remaja.
1. Jadilah Contoh Teladan dalam Bersikap
Anak belajar paling banyak dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Orang tua yang terbiasa berbicara sopan, menghargai orang lain, dan tidak meremehkan siapa pun akan menjadi cermin perilaku bagi anak.
Menyapa dengan ramah, mengucapkan terima kasih, dan tidak merendahkan orang lain dalam obrolan sehari-hari membentuk fondasi karakter anak secara alami, tanpa perlu ceramah panjang.
2. Biasakan Menggunakan Tiga Kata Sakti
Ajarkan anak untuk terbiasa mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Tiga kata sederhana ini melatih anak menghargai bantuan orang lain, mengakui kesalahan, dan bersyukur.
Jika anak lupa, ingatkan dengan lembut. Hindari memarahi, karena kebiasaan baik akan lebih mudah tertanam jika dilakukan dengan suasana positif.
3. Ajarkan Empati Secara Aktif
Empati tidak muncul begitu saja, tetapi perlu dilatih. Orang tua bisa menggunakan cerita, film anak, atau permainan peran untuk membantu anak memahami perasaan orang lain.
Ajukan pertanyaan seperti, “Bagaimana perasaanmu kalau kamu berada di posisinya?” Dorong anak untuk membantu teman, saudara, atau orang di sekitarnya agar rasa peduli berkembang secara nyata.
4. Hormati Pendapat Anak Sejak Dini
Mendengarkan pendapat anak tanpa memotong pembicaraan membuat mereka merasa dihargai. Ketika orang tua mempertimbangkan ide anak, meski sederhana, anak belajar bahwa setiap orang berhak didengar.
Pengalaman ini akan membentuk sikap saling menghormati dan membantu anak menerima perbedaan pendapat tanpa merasa paling benar.
5. Latih Keterampilan Mendengarkan yang Baik
Ajarkan anak untuk menatap mata lawan bicara, tidak menyela, dan menunggu giliran berbicara. Sikap ini menunjukkan penghargaan terhadap pikiran dan waktu orang lain.
Latihan bisa dilakukan melalui diskusi ringan di rumah, seperti saat makan bersama atau berbincang tentang kegiatan harian.
6. Terapkan Konsekuensi yang Realistis dan Konsisten
Tetapkan aturan yang jelas tentang sikap menghargai orang lain. Berikan pujian saat anak menunjukkan perilaku rendah hati, dan terapkan konsekuensi ringan jika melanggar, sambil menjelaskan alasannya.
Konsistensi adalah kunci agar anak memahami bahwa menghormati orang lain bukan sekadar aturan, melainkan nilai hidup.
Berita Terkait
-
Katanya Masa Depan Bangsa, tapi Kok Nyawa Anak Seolah Tak Berharga?
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
-
Isyana Sarasvati Kuliah di Mana? Bantah Tuduhan Terima Beasiswa LPDP
-
Semangat Anak Muda dan Momentum Gerakan Subuh Berjamaah di Kala Ramadan
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pemprov Sumut Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Segera Dibuka!
-
Tarif Parkir di Medan, Dinaikkan Bobby Nasution, Diturunkan Rico Waas
-
5 Game Alternatif Pokemon Terbaik 2026 yang Wajib Dicoba
-
Telkomsel Siapkan 8 Posko Siaga RAFI 2026 di Sumatera, Trafik Data Diprediksi Naik 22,37 PB
-
Wakapolres Sergai Raih Doktor di UIN Sumut, Perkuat Strategi Komunikasi Polri Berbasis Ilmiah